Tampilkan postingan dengan label YesHeis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YesHeis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Desember 2016

Campaign : Berbagi Video, Berbagi Nasi


Haii,,

Kembali lagi bersama saya Jessica dalam acara ..... :D


212

Kalau stalk berita ada penjual roti yang bagi-bagi roti gratis kepada para aksidamai. Ada juga yang bagi kurma, nasi kotak, dll.. Mereka sweet banget yaa.. Hihihi^^

Mungkin diantara kita ada yang rindu punya 'kesosweetan' kaya mereka atau pengen membuat moment natal kalian berkesan dan bermanfaat.

Jessica punya caranya nih ..

Penasaran ?

Simak berikut ini :

1. Punya gadget dan internet
Gak punya internet sama gadget gimana ? Buruan pinjam tetangga sebelah :D :D

2. Install aplikasi yesHEis disini : bit.ly/akutidakberbeda

3. Bagikan video "Aku tidak Berbeda"

4. Ajak teman-temanmu sebanyak mungkin untuk ikut campaign ini


Setiap satu video yang kalian bagikan, berarti sudah memberikan 1 bungkus nasi kepada mereka yang membutuhkan. Bantu kami memberikan makan kepada 5000 orang melalui event ini. Yuck ah, jangan pikir lama-lama. Segera ambil gadget kalian, sambungkan ke internet, dan bagikan video "Aku tidak Berbeda".

Selamat menyambut natal, selamat berbagi :)


 Berharga di mata-Nya

Jumat, 09 September 2016

Ruang ICU

Pernah ke ruang ICU atau Intensive Care Unit ?

Aku pernah, beberapa tahun lalu.

Biasanya orang yang di rawat di ruang ICU karena penyakit yang cukup serius dan perlu penanganan khusus.

Aku teringat cerita mamanya temanku yang menjaga suaminya di ruang ICU selama sebulan. Beliau berkata : Beberapa kali melihat langsung seseorang mengakhiri hidupnya disana. Waoh! Aku merinding dan berpikir seolah-olah ruangan itu mencekam sekali. Bahkan ada orang yang berpendapat, ruang ICU adalah ruang penghantar kematian.

Serem yaa permisah ..

Jika ruang ICU begitu mencekamkan,

"Mungkinkah masih ada harapan hidup ?"

"Berapa persen harapan hidup orang-orang di ruangan itu ?"

***

Seperti berada di ruang ICU itulah yang aku alami akhir-akhir ini. Suasana semakin tidak kondusif, berbagai tekanan datang silih berganti, serta mimpi-mimpi yang ingin dituntaskan.

"Tuhan apakah harapan itu ada ?"

"Berapa persen pengharapan yang aku miliki ?"

"Apakah aku akan mati di 'ruang ini' ?"

Dari semua pertanyaan, peluh dan air mata, ada satu hal yang diingatkan ;

KASIH.

"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."

IA, satu Pribadi yang rela beri hidupnya untukku juga kalian hanya karena teramat mencintai kita. Karena tak ingin jauh dari dari kita. Karena ingin kita hidup dalam pengharapan yang pasti. Di hati-Nya kita sangat berharga.

Ingat dan percayalah, tak selamanya ruang ICU mengantarkan kita kepada kematian. Balik ke cerita di atas, suami mamanya temanku akhirnya pulih dan sembuh dari sakitnya.

Jika papa temanku menerima satu pengharapan dan kehidupan itu, maukah aku dan kamu bangkit dari 'kematian' kepada 'kehidupan' yang dijanjikan-Nya ?

Maukah aku dan kamu terima pengharapan yang pasti itu ?

***

Sekalipun aku tak punya dasar untuk berharap, namun ku mau tetap percaya bahwa harapan yang ku taruh di dalam-Nya takkan sia-sia. Kelak, tergenapi sesuai waktu-Nya. #Whyihavehope yang aku sadari, cinta Tuhan yang teramat besar buatku. Cinta-Nya yang memampukan lewati setiap musim hidupku. #Whyihavehope Tuhan memiliki rencana indah dalam hidupku.

***

Yuck ceritakan #Whyihavehope kamu dan bagikan #Whyihavehope di campaign #goeverywhere.

***

"Bukan apa yang kita punya yang menentukan hari depan kita. Tetapi pengenalan dan pengharapan akan Tuhan yang menentukan hari depan kita.

Senin, 04 April 2016

Winner

"Demminor, jessica congratzzzzzzz kalian menang sharehisstory YHI"


Seseorang di group sudah heboh lebih dulu.


Penasaran. 

Apa iya menang? 

Setelah buka account YHI, ternyata benar ada foto dan nama aku disana. Hihihi.. 


Tidak pernah nyangka bisa menang. Niatnya cuma nulis, akhirnya begini.


Mau bilang terima kasih sama Tuhan karena selalu ada caraNya untuk membuat saya tetap tersenyum. Memampukan saya tetap kuat menjalani seluruh cerita-Nya.



Lewat kemenangan ini, saya diingatkan tentang KEBERANIAN. Keberanian untuk apa sih ?  Berani bercerita.  Berani lakukan hal - hal positif, yang benar.


Dan satu lagi, 





Terkadang, saya pesimis dengan apa yang saya tuliskan. Kalau lihat orang-orang, mereka lebih waoh. Saya mah apa atuh. Tapi Tuhan ingatkan kalau anak kembar aja ada perbedaannnya. Begitu juga saya, kamu, kita, mereka, memiliki keunikkan tersendiri yang tidak dipunyai orang lain. 



Setiap manusia sudah Tuhan siapkan 'jala' nya masing-masing. Jadi kita tidak perlu ragu dengan 'jala' yang kita punya. Tidak perlu iri dengan 'jala' orang lain. Sekarang yang menjadi fokus adalah Bagaimana memaksimalkan 'jala' itu sesuai rencana dan kehendak-Nya. 




Saya mengucapkan terima kasih untuk tim YesHeis yang telah memilih saya dalam campaign ini. Saya belajar banyak dan ingin bertumbuh sesuai tulisan-Nya. Saya percaya tidak ada yang kebetulan. Lewat YesHeis, Tuhan sedang bentuk saya agar semakin seperti-Nya.  







Kemenangan ini saya persembahkan untuk Sang Kehidupan, Tuhan Yesus




#ShareHISstory 


#Bahagiaitusederhana 

Kamis, 18 Februari 2016

DIA Penulis Dan Sutradaraku (5)

Ketika mimpi dan cita-cita harus tertunda.

Sedih yang dalam masih aku rasa sampai saat ini.

Kuliah dan lulus wisuda adalah salah satu impian besarku setelah memasuki dunia perkejaan.

Apa daya keterbatasan financial dan tanggung jawab sebagai seorang anak memaksa untuk menunda impian itu.

Hingga suatu hari . . .

Seperti angin segar menghampiri.

Seseorang,  yang tak lain adalah boss ku menawarkan beasiswa pendidikan.

Terharu bahagia menjadi ekspresiku pertama kali.

Selama sebulan mencari informasi-informasi kampus dan memutuskan di salah satu universitas di Jakarta.

Senang pastinya karena bisa merasakan lagi 'kursi panas' pendidikan, bertemu pengajar-pengajar yang unik, teman-teman yang memiliki karakter yang berbeda-beda.

Berjalannya waktu . . .

Aku mulai menemukan sesuatu yang aneh.

Sesuatu yang baru aku sadari dan pahami.

Satu kali.

Dua kali.

Sampai waktu mengizinkan aku sakit yang belum pernah aku alami.

Infeksi kelenjar.

Pergulatan batin pun dimulai.

Pada satu hari istimewa, 

Dingding putih di dalam ruangan itu menjadi saksi bisu pernyataan dua pilihan.

Lagi-lagi hanya air mata yang mampu menceritakan semua itu.

Berdoa

Meminta tuntunan dari-Nya
Ketika kedua pilihan sama-sama penting

Makin mendekati hari 'pemutusan' 

Arah yang aku dapat tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan

Akhirnya . . .

Aku berhenti sejenak dari masa pendidikan ini dan mengakhiri kontrak pendidikan

Banyak yang menyayangkan, terutama keluarga aku

Tapi ini hasil akhir yang aku dapat (di episode hidup ini)


 ***


Proses ini membuatku belajar :

1. Semua doaku di jawab Tuhan
Lewat boss aku sebagai perantaranya Tuhan, aku bisa kuliah. Bisa belajar di sebuah gedung yang disebut universitas, di sebuah ruangan yang disebut pembelajaraan, Bisa berinteraksi dan terlibat langsung dengan orang-orang yang tidak pernah aku jumpai sebelumnya.


2. Fokus dan prioritas
Setiap manusia memiliki banyak keinginan, namun tidak semua keinginan bisa terwujud dalam satu waktu. Tidak semua keinginan adalah destiny hidup kita. Tidak semua keinginan adalah kebutuhan.
Aku diingatkan, diajarin lagi, mana yang jadi fokus hidup aku sebenarnya. Memilah-milah skala prioritas yang harus aku tetapkan. Ketika kita tahu fokus dan prioritas kita, jalan yang kita tempuh akan semakin ringan dan bisa sampai ke tempat tujuan dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun.


3. Visi
Ibarat tempat tujuan itulah visi. Ibarat bahan bakar itulah semangat. Setiap manusia memiliki visi hidup. Agar visi tercapai, kita membuat rencana dan strategi. Terkadang, rencana dan strategi kita kurang tepat bahkan menjauh dari visi semula. Disini Tuhan mengingatkan, apakah rencana dan strategi yang kita susun sudah sesuai dengan rancangan-Nya ? Tiga kata yang jadi rhema banget : "Jangan kehilangan visi". Sekalipun jalan yang Tuhan berikan tidak sesuai yang kita harapkan, tetap pegang visi itu sampai Tuhan genapi.


4. Tanggungjawab dan kepercayaan dari Tuhan (baca:pelayanan)
Kerjakan terus dengan sungguh-sungguh setiap kepercayaan yang sudah Tuhan berikan di dalam hidup kita. Jangan sekali-kali meninggalkan hal tersebut karena akhirnya adalah kehancuran. Balik lagi ke point 2, apa fokus dan prioritas yang sebenarnya.


***

Mungkin ini pahit. Tapi aku mau bilang selalu ada Kebaikan dalam situasi buruk. Ketika kita hanya mampu merencanakan kehidupan 10.000 km, Tuhan sanggup merencanakan 100.000.000 km bahkan lebih dari itu.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.


Pertanyaannya, maukah kita mengikuti setiap jalan-jalanNya ?


Jumat, 08 Januari 2016

Perjalanan YPCC 4 Jakarta


Satu kata mengawali perjalanan ini. 

Iseng.

Ya, iseng mengisi form YPCC yang diumumkan oleh YesHeis melalui akun twitternya. Aku gak tau pasti asal muasal akun YesHesis muncul di timeline aku. Dengan apa adanya aku menikmati setiap postingannya.


Di suatu siang, tepatnya tanggal 25 Agustus 2015.
Sebuah pesan singkat menyita perhatianku (tau aja lagi jam-jam kritis)

Hallo YPCC Community Class 4! Perkenalkan saya adalah Sheila Sarayar, mentor temen2 untuk kota Jabodetabek dalam YPCC YesHEis Community Class 4 J. Kelas kita akan mulai minggu depan secara online yaa.. Sebelum kita memulai kelas2 ini. Saya akan add fb temen2 dan akan invite temen2 ke grup YPCC 4. Temen2 jg bisa kontek saya di nomor ini yah, bisa melalui WA or Line :) . Salam kenal semua!^^

Asli. Aku lupa banget soal YPCC. Kalau gak ada pesan singkat itu sampai sekarang aku gak tau pernah mendaftarkan diri ke YesHeis. (Makasih loch YesHeis udah ingetin aku).


Seperti kebanyakan orang, aku hanya tau YesHeis itu sebuah akun sosmed berbasis rohani. Ternyata salah, setelah dijelaskan oleh kak Sheila pada pertemuan pertama di Dunkin Donat Semanggi, YesHeis adalah sebuah organisasi. Sebagai jembatan berbagai gereja dan menghubungkan orang-orang di luar sana yang belum kenal Tuhan.(intinya begitu)

 
Pembinaan ini berjalan kurang lebih tiga bulan. Dimana setiap minggunya ada misi-misi yang harus dikerjakan. Misi-misi itulah yang mengajarkan aku banyak hal. Setiap misinya memiliki aneka rasa, ada senang, sedih, galau, deg-degkan, takut, dan lain-lain. Misi yang bikin senang dan takut waktu ikut open booth. Senang bertemu anak-anak muda yang antusias banget sama Tuhan dan takut karena belum pernah pergi ke gereja-gereja yang berbeda karakter.

Misi bikin galau waktu pengenalan konten-konten YesHeis dan menulis caption atau narasi supaya orang-orang tertarik melihat video-videonya. Itu mikir lama banget sampai berhari-hari. Gak tau mau nulis apa. Hampir menyerah.

Misi bikin deg-degkan adalah menjadi responden. Kenapa ? Kepikiran kalau jawabnya salah gimana? Kalau mengarahkan gak bener gimana ? Berasa dosa besar sampai menjerumuskan anak orang. Buat misi yang ini perlu pembinaan yang intesif, kalau perlu belajar konseling dan psikologi :) Tapi.. semua misi-misi yang ada membuat aku terkesan. Waoh bangetlah.

YPCC 4 mempertemukan aku dengan orang-orang yang belum pernah aku jumpai. Ternyata mereka semua welcome banget. Gokil habis, penuh cerita-cerita yang menggungah hati. Rasanya kaya udah kenal lama banget sama mereka. Yang istimewa dari YPCC 4 adalah mempertemukan aku dengan teman main, teman seperjuangan di masa kecil (walau belum ketemu secara fisik). Dan yang terbaru, temen gereja aku (yang jarang ketemu) ternyata kenal sama bro Roy. Amazing banget kan? (Kalau kata Tuhan bumi itu tumpuan kaki-Nya, makanya kenapa bisa ada kejadian ini) Terima kasih Tuhan :)

Pertemuan ke-4 YPPC 4 sekaligus gathering dan graduation menjadi satu moment yang sampai sekarang kepikiran terus. Jadi setelah pertemuan itu, tiba-tiba aku di ingetin satu quotes yang pernah jadi rhema banget beberapa tahun lalu.

“Kalau Tuhan sudah memilih kamu, tidak ada rencana Tuhan yang gagal”

Aku menyadari, bisa lulus YPCC 4 ini bukan karena aku bisa, aku kuat. Itu karena Tuhan sendiri yang telah memilih aku. Tuhanlah yang memampukan aku sampai di titik ini. Aku yakin, teman-teman yang bisa menyelesaikan ‘pertandingan’ misi selama kurang lebih tiga bulan ini, karena Tuhan punya rencana indah atas hidup kita. Dia, Sang sutradara dan penulis hidup kita sedang merancangkan satu ‘film’ dan ‘buku’ yang layak di tonton serta di baca untuk miliaran manusia di dunia ini. 

Awal tahun ini aku di ingetin untuk punya semangat. Kalau kata Merry Riana : “Semangat itu seperti bahan bakar. Kalau kita kehabisan bahan bakar, kita gak bisa sampai ke tempat tujuan. Dengan semangat dan keberanian kita bisa mencapai hal-hal besar dan sukses.”

Kalau diterjemahkan dalam bahasa rohani, semangat itu Roh-Nya Tuhan, sedangkan keberanian adalah kuasa yang Tuhan berikan.


Akhirnya,

Kelulusan ini adalah awal perjalanan kita. Doaku, kita tetap berada di track-Nya. Tetap belajar menyelaraskan apa yang menjadi kehendak Tuhan atas hidup kita. Tetap solid, tetap unity dan rendah hati. Bersatu untuk mengerjakan apa yang menjadi visinya Tuhan.


Terima kasih mentor kesayangan, Kak Sheila Sarayar. Teman-teman seperjuangan, John Kennard Justin, Jaya Chandra, Dodi Alexsander Manalu dan Roy Lambok. YPCC 3, kak Demminor dan Ko Ferry. Tak Lupa tim hore YPCC 4, Cakalim alias Christian Alkalim.

Kalian luar biasa!

God Bless you all..


Sebagai penutup tulisan ini, 

“Hidupku adalah perjalananku bersama Tuhan. Perjalanan ini mungkin tidak mudah, tapi saya yakin seluruh perjalanan ini sangat berharga”