Tampilkan postingan dengan label ShareJesusonline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ShareJesusonline. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Desember 2018

2018 : Waktu Pertama dan Kehilangan

"Pertanyaanya bukanlah apa yang akan aku rencanakan tahun depan tapi apakah yang telah Tuhan rencanakan di dalam hidupku tahun depan."

Tahun ini, hal yang paling aku ingat dan syukuri adalah :

1. Dipercaya Tuhan kelola akun baru (di follow ig nya @yesheiscommunity) yang awalnya iseng malah jadi official. Yang gak punya basic design, copy writer, dan sebagainya, Tuhan kasih. Gak tau mau buat kaya gimana, dikasih ide dan ketemu orang-orang yang punya hati yang sama.

2. Setelah alami banyak proses di kantor yang terakhir, akhirnya keputusan kehilangan pekerjaan menutup tahun ini. Sebagai manusiawi pasti sedih dan yang lebih sedihnya ketika keluarga harus kena 'imbas'nya. (karna aku termasuk 'tulang punggung' keluarga). Ada ketakutan, perasaan bersalah, dan insecure.

Sebenarnya banyak yang aku alami tapi aku ambil dua aja untuk mewakili tahun ini. Hehehehe..

Yes, Tuhan gak pernah bilang jalan yang kita lalui lurus, lancar jaya, mulus. Kalau kita dikasih kesempatan buat alami yang gak enak atau enak, tujuannya cuma satu: kita makin bersinar seperti emas, makin mahal nilai hidup kita.

Buatku gak mudah lalui ini semua, but karna itu aku makin belajar menuju pada panggilan Tuhan dan hidup dalam panggilanNya.

So, i just wanna say thank you Lord for amazing year.

Kita boleh buat resolusi namun pastikan resolusi itu tepat sesuai yang Tuhan mau.

Selamat menyambut pengharapan baru di tahun 2019. Biar mata dan hati kita tetap tertuju pada Yesus.

With Love,

Jessica

Senin, 11 September 2017

Dikenal Dunia atau Dikenal Tuhan ?

Setelah sekian lama terdiam, akhirnya terisi dengan cerita ini ...
Kebiasaan selesai saat teduh adalah bobo lagi .. Kali ini dapat mimpi yang bikin aku speachless

Begini cerita dalam mimpi :
Di suatu perbukitan terdapat siklus kehidupan (makan, minum, tidur, bekerja, rekreasi, beranak cucu). Bisa dikatakan penduduknya banyak banget termasuk aku. Mereka melakukan aktifitas seperti biasanya. Aku menemukan sekelompok orang yang gak suka seseorang dan mencoba menghasut aku agar seperti mereka.

Tiba-tiba ...
Ada suara gemuruhh besaaaaarrrr bangeeett. Seketika seluruh penduduk ketakutan termasuk aku. Gemuruh itu tak hanya mengeluarkan suara yang serem namun menguncangkan apa yang ada di perbukitan. Semua orang mencar mencari tempat aman. Lalu aku mendengar seoarang pria memanggil dan berkata :

"Sini naik ke atas bukit"

Tanpa pikir panjang aku berlari ke arah yang dimaksud lalu aku diam di dekat bangunan yang hampir roboh. Gemuruh tersebut semakin besar dan aku melihat goncangannya membuat perbukitan di bawah tenggelam termasuk orang-orangnya. Banyak orang berusaha naik melawan goncangan itu namun gagal. Singkat cerita, banyak orang yang tak selamat.

Tersisalah seperempat penduduk (dugaankuu), termasuk aku. Setelah gemuruh pertama selesai, mereka melakukan aktifitas kembali. Kali ini, hatiku gak tenang, aku nangis-nangis, aku melihat ada orang-orang yang santai dan tetap hidup dengan cara lama bahkan aku dengar seseorang yang berkata :
"Ayoo hidup kaya dulu lagi (baca berbuat dosa)" 

aku bilang sama Tuhan :
"Tuhaaaannn ampunii akuu.. aku janji gak berbuat dosa lagi"

Aku nangis sejadi jadinya sambil lari. Bunyilah gemuruh berikutnya, aku sangat ketakutan aku tak mau mati dengan cara seperti itu. Ada seseorang yang bilang :

"Ayoo kita pergi dari sini" 

Semua penduduk naik ke sebuah mobil yang tidak besar. Aku kejar-kejaran dengan orang-orang agar bisa naik mobil itu. Supaya gak ketinggalan. Ternyata aku kalah saing sama orang sehingga aku tak bisa naik mobil.

Disitu hati makin gak karuaan, kaya pasrah. Ada seorang yang tiba tiba turun dan mengajak aku segera naik mobil karena sudah jalan. Aku berhasil dan seorang itu menghilang entah kemana. Hatiku tersentuh dengan perbuatannya. Aku menangkap dia tetap baik sama siapa aja sekalipun orang tersebut pernah buat 'onar' di hidupnya.  Finally, terbangun dari tidur.

 
***


2 Korintus 5:17 (TB) "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."


Dari mimpi itu aku belajar, dapat rhema :
1. Kehidupan yang kita punya sekarang adalah anugerah dan kesempatan. Syukuri dan bijaklah.
2. Mengubah cara hidup kita. Cara hidup berbicara tentang perbuatan, perkataan, pikiran, mindset, tingkah laku kita. Kudu makin baik, makin positif, makin sesuai Firmannya.
3. Mengakui dosa-dosa kita sama Tuhan Yesus.


***


Kolose 3:1-4 (TB) :
(1) "Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah."
(2) "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi."
(3) "Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah."
(4) "Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan."


***


That's my point, lewat mimpi itu Tuhan kasih lihat keadaan hidup kita. Bagaimana merespon sesuatu. Bagaimana cara kita mengelola kehidupan ini. Introspeksi diri, kita ada di titik mana sekarang. Jangan sampai waktunya tiba kita kehilangan kesempatan untuk bertobat.
Sekian tulisan kali ini semoga memberkati kalian semua.

Yuks, sama sama berjuang menjadi pemenang sejati .


***


"Penyembahan bukan apa yang kita minta. Penyembahan adalah apa yang bisa kita beri kepada Tuhan."


Senin, 04 April 2016

Winner

"Demminor, jessica congratzzzzzzz kalian menang sharehisstory YHI"


Seseorang di group sudah heboh lebih dulu.


Penasaran. 

Apa iya menang? 

Setelah buka account YHI, ternyata benar ada foto dan nama aku disana. Hihihi.. 


Tidak pernah nyangka bisa menang. Niatnya cuma nulis, akhirnya begini.


Mau bilang terima kasih sama Tuhan karena selalu ada caraNya untuk membuat saya tetap tersenyum. Memampukan saya tetap kuat menjalani seluruh cerita-Nya.



Lewat kemenangan ini, saya diingatkan tentang KEBERANIAN. Keberanian untuk apa sih ?  Berani bercerita.  Berani lakukan hal - hal positif, yang benar.


Dan satu lagi, 





Terkadang, saya pesimis dengan apa yang saya tuliskan. Kalau lihat orang-orang, mereka lebih waoh. Saya mah apa atuh. Tapi Tuhan ingatkan kalau anak kembar aja ada perbedaannnya. Begitu juga saya, kamu, kita, mereka, memiliki keunikkan tersendiri yang tidak dipunyai orang lain. 



Setiap manusia sudah Tuhan siapkan 'jala' nya masing-masing. Jadi kita tidak perlu ragu dengan 'jala' yang kita punya. Tidak perlu iri dengan 'jala' orang lain. Sekarang yang menjadi fokus adalah Bagaimana memaksimalkan 'jala' itu sesuai rencana dan kehendak-Nya. 




Saya mengucapkan terima kasih untuk tim YesHeis yang telah memilih saya dalam campaign ini. Saya belajar banyak dan ingin bertumbuh sesuai tulisan-Nya. Saya percaya tidak ada yang kebetulan. Lewat YesHeis, Tuhan sedang bentuk saya agar semakin seperti-Nya.  







Kemenangan ini saya persembahkan untuk Sang Kehidupan, Tuhan Yesus




#ShareHISstory 


#Bahagiaitusederhana 

Jumat, 01 April 2016

Gara-Gara Facebook

Hallo April, 

Tidak ada yang beda setelah bangun tidur pagi ini. Semua Tampak biasa. 

Tiba-tiba Facebook mengirimkan notifikasi dan setelah di buka..... 

"Ya Tuhan kenapa ini yang ditampilkan ?"

Notifikasi yang di kirimkan Facebook kali ini bercerita tentang memori masa lalu, tentang peristiwa 3 tahun lalu. 


Hanya tersenyum membaca ulang kisah-kisah itu lalu bisikan hati ini bicara. 

3 tahun lalu... 

Saat aku belajar punya mimpi. Saat aku bertemu dengan 'setetes air' itu. Saat berpikir kalau mimpi-mimpi kita segera terwujud. 

"Manusia hanya dapat merencanakan, Tuhan yang melaksanakan"

 
Sebuah deklarasi mengocang para anggota keluarga di 'setetes air' itu. Bukan saja mereka yang telah lama menjadi anggota keluarga 'setetes air', aku yang masih baru pun tidak luput dari goncangan tersebut. 

Diam, sedih (mungkin) sakit yang dirasa. 

Aku sebagai anggota keluarga baru disana, bisa merasakan kegalauan di hati mereka. Bisa melihat mimpi-mimpi mereka seakan hancur. 

Begitu pula mimpi yang baru saja aku rancangkan, mendadak terhenti dan tidak tau harus apa.


Saat itu aku belajar keikhlasan (lagi). 

Hari pun berganti. 

Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk menatanya kembali. 

Hanya bisa berdoa agar Tuhan memberikan kami kekuatan, terutama 'Pilot' dan 'Co-pilot' kami. 


Berharap kami bebas dan 'terbang' lebih tinggi. 


***

Kini 3 tahun... 

Beberapa anggota keluarga 'setetes air' mulai 'terbang'. 

Ada yang akhirnya berkeluarga dan memiliki anak.

Ada yang bergelut dengan pekerjaan barunya. 


Ada yang akhirnya mengejar dan hidup di dalam panggilan-Nya. 

Ada yang menjadi pembawa inspirasi bagi banyak orang.

Dan masih banyak lagi. 

Satu hal yang diingatkan :

Semua yang terjadi dalam hidup kita, baik itu sedih atau senang. Semua untuk menjadikan kita pribadi yang lebih baik. Menjadi pribadi yang sesuai dengan tulisan-Nya. Mungkin, kita tidak mengerti sekarang tapi suatu hari kita akan menyadari apa yang kita alami sekarang justru membawa ke satu titik yang baru. SATU TITIK TERBAIK. 


***

Maukah kita belajar percaya seutuhnya kepada Sang Sutradara hidup ? 



Watch this is : 




"Masa depan kita bukan seperti algoritma  yang bisa diperhitungkan. Hidup penuh kejutan, tapi kita punya Tuhan yang bisa diandalkan"

 
#shareHisstory



Senin, 14 Maret 2016

BPJS Oh BPJS



Baru-baru ini BPJS menghebohkan Indonesia dengan pengumuman kenaikan iuran BPJS bagi peserta mandiri.

Penyesuaian iuran ini berlaku efektif mulai tanggal 1 April 2016 sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016.

Adapun perubahan iuran tersebut adalah:
1. Ruang perawatan kelas III menjadi Rp 30.000 dari sebelumnya Rp 25.500 per bulan.
2. Ruang perawatan kelas II menjadi Rp 51.000 dari sebelumnya Rp 42.500 per bulan.
3. Ruang perawatan kelas I, menjadi Rp 80.000 dari sebelumnya Rp 59.500 per bulan.

Tentu kenaikan ini menimbulkan pro dan kontra, namun saya tidak membahas pro dan konta tersebut. Saya akan menceritakan bagaimana kehadiran BPJS menjadi sarana saya belajar menolong sesama.


***

Saya mulai mengetahui ada BPJS di Indonesia ketika papi sakit. Seseorang menyarankan untuk mendaftarkan anggota keluarga ke BPJS. Menurut beliau BPJS bisa menanggung semua biaya berobat, operasi, dll. Karena keluarga saya tidak memiliki cukup biaya, akhirnya mengurus keangotaan BPJS.

Sejak awal punya BPJS, saya biasa saja. Sesuatu yang waoh banget belum saya rasakan. Memang, saya dan beberapa anggota keluarga serta rekan sudah merasakan manfaat dari BPJS tersebut.

Suatu hari saya berpikir :

“Hebat BPJS bisa menanggung biaya operasi, perawatan sebesar itu ? Padahal iuran yang dibebankan sebesar Rp  59.500”

Terjadilah percakapan kecil di batin saya :

“Bukan BPJS-nya yang hebat tetapi orang-orang di dalamnya”

“Siapa ?”

“Pencetus gagasan ini dan para peserta BPJS”

“???”

“Coba deh ingat lagi gimana om kamu bisa operasi dan mendapatkan perawatan yang cukup baik. Kamu tau gak itu uang siapa ?”

“Uang kita.”

“Iya uang kita, lebih tepatnya uang masyarakat Indonesia.”

Setelah dipikir dan dan direnungkan lagi …

“Iya juga ya, uang dari saya tidak seberapa. Mungkin hanya cukup untuk biaya obat saja. Tetapi dengan adanya masyarakat yang bergabung menjadi anggota BPJS, om saya bisa selamat menjalankan operasi dan perawatan yang cukup baik”


*** 


Akhir tahun 2015 saya mengikuti campaign dengan tema ‘memberi gak harus mahal’. Ini campaign unik yang belum pernah saya ikuti sekaligus lebih membuka paradigma saya tentang menolong.

Sederhana yang saya lakukan saat itu, memberikan tips/menolak kembalian dari driver ojek.

Teringatlah, mami saya. Sejak muda sampai sekarang, Beliau belajar menolong orang. Tidak mewah yang Beliau lakukan, tidak selalu dalam bentuk materi (padahal saya sering lihat tetapi baru sadar maknanya).

Campaign ‘memberi gak harus mahal’ jadi sarana saya belajar lebih dalam tentang menolong (sekaligus menyadarkan saya).
 

*** 

Sering kita berpikir, menolong orang itu harus punya uang, harta yang banyak, atau minimal dalam jumlah yang besar. Ada juga yang berpikir, menolong orang itu hanya menyusahkan saja. Berkata:

“Tidak punya uang”

“Tidak punya waktu”

“Saya saja sedang susah masa harus menolong?”

Dan berbagai alasan lainnya.

Lewat campaign akhir tahun 2015 lalu dan peneguhan dari mami saya, bahwa belajar menolong tidak harus tunggu kita bahagia, punya uang/harta banyak, atau memberikan dalam jumlah yang besar. Belajar menolong dimulai dari hal-hal kecil yang mungkin bagi kita tidak berarti apa-apa. Namun bagi yang menerima sangat berarti.

Contohnya BPJS tadi, kalau tidak ada orang-orang yang turut ambil bagian menjadi anggota BPJS, bisa saja saya tidak akan bertemu om saya lagi.

Nilai tertinggi dari belajar menolong adalah ketulusan hati dan sukacita.

***

Naiknya iuran BPJS 1 April mendatang, biar semakin menyemangati saya dan kalian untuk belajar menolong sesama :)


#ShareHISstory


Watch this is :


Jawaban Atas Pertanyaan


"Apakah kamu tidak merasa beruntung ?"


Pernahkah kalian mendengar atau diajukan pertanyaan di atas ? 

Beruntung kata dasarnya untung. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata untung memiliki arti :

1 n sesuatu (keadaan) yang telah digariskan oleh Tuhan Yang Mahakuasa bagi perjalanan hidup seseorang; nasib: kalau ada -- di badan bolehlah kita bertemu lagi; 2 a mujur; bahagia: -- lah saat-saat demikian mereka dapat menyelamatkan diri; 3 n laba yang diperoleh dalam berdagang dan sebagainya: kita bukan pedagang yang dapat membeli sayur di desa dan menjualnya dengan -- besar di kota; 4 n guna; manfaat; faedah: 


 Sementara, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berutung diartikan sebagai berikut :



1.  berlaba; mendapat laba:bagaimana dapat ~ kalau ongkos angkutnya saja sudah mahal sekali; 2 bernasib baik; mujur; bahagia: yang ~ dapat mengenyam pelajaran di bangku sekolah dengan cuma-cuma; 3 berhasil (maksudnya, usahanya, dan sebagainya); tidak gagal;


Dengan kata lain (menurut saya) beruntung adalah keadaan yang baik-baik. 


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata malang :

 1 terletak melintang: sehabis badai itu batang dan dahan kayu -- melintang di jalan; 2 bernasib buruk; celaka; sial:

Sebagian besar orang Indonesia akan memakai kata ; untung, rugi, mujur, atau malang untuk mendefinisikan suatu keadaan. 


***

Saya lebih suka menggunakan kata bless untuk mendefinisikan suatu keadaan yang saya lihat dan rasakan. 

Mengapa menggunakan kata bless

Bukan mau ke-Ingriss-inggrisan biar dikata keren, tetapi ada makna lebih dalam dari kata untung, rugi, mujur, atau malang. 

Kamus Besar Bahasa Inggris mengartikan kata bless sebagai berkat. 

Bagi saya, kata untung, mujur, atau bahasa ngtrennya hoki sifatnya sementara. Terlihat secara 'fisik'. 

Sedangkan, kata bless sifatnya selamanya, tinggal tetap, tidak berhenti. Terlihat non 'fisik'.

Contoh :

Ketika saya harus memilih mengakhiri kontak pendidikan dan cuti kuliah, mungkin Sebagian orang bilang :"Malang banget kamu Jess". 

Namun buat saya itu bless

Karena dari keputusan itulah Tuhan nyatakan kehendak-Nya jauh melebihi apa yang saya pikirkan. 

Memang sulit untuk mengartikan bless ini. 
 
Satu-satunya adalah alami sendiri bagimana Tuhan berkarya di dalam hidup kita. 

Tidak selamanya dalam hidup saya jalan selalu rata, ombak selalu tenang, tetapi lewat berbagai peristiwa yang mungkin tidak enak, saya bisa mendapatkan bless

Karena bless dari Tuhan mengajarkan kita banyak hal. Memberitahu jalan-jalan yang akan dan sudah kita lalui. 

Bless tidak hanya bicara soal berkat secara jasmani tetapi rohani (psikologis). 

Jawaban saya atas pertanyaan di atas :

"I'm not lucky, but I'm blessed"


#shareHISstory 


Watch this is : 

Kamis, 10 Maret 2016

Mau Dibawa Kemana

"Karena setiap hari punya kisah" 


Bulan ini ada 2 kabar mengejutkan buat aku dan beberapa teman. 

Dua kisah yang sama dengan orang berbeda. 

Teman SD dan SMA ku sama-sama di panggil Tuhan. 

Walaupun mereka bukan teman dekat atau sahabat, tetapi mereka pernah ada di dimensi yang sama. 

Pernah sama-sama berjuang dengan tumpukan tugas seabrek, guru yang kiler, dan tuntutan lainnya. 

Kami pernah menjadi bagian dari dingding kelas tak bertepi itu, lapangan yang selalu diam setiap kami mengijaknya, kantin yang senantiasa mendengarkan celotehan-coletehan kami.


***


Sejak memasuki 2 dekade kehidupan, aku  makin dibawa dalam perenungan yang kadang bikin orang sakit kepala :p

Dan akhir-akhir ini lagi keinget sama umur. Bukan, bukan merasa tambah tua. Hanya saja, mau diapakan hidup saya. 

Sampai kisah ini terjadi, 

Aku makin menyadari kapanpun aku bisa seperti mereka. 

Yang menyedihkan adalah aku tidak tau kapan Tuhan datang dan jemput aku. 

Pertanyaan besar dalam hidupku :
 
"Mau dibawa kemana hidup kamu Jess ?"

"Kamu mau ngapain dengan semua proses yang ada ?"

"Apakah yang kamu bawa nanti di hadapan tahta-Nya ?"






***

Untuk kedua temanku, 

Mereka sudah menyelesaikan pertandingannya di bumi ini. 

Mereka telah mengerjakan tugas-Nya dengan sempurna. 

Bagaimana dengan kita yang masih diberi nafas kehidupan ? 

Apakah kita sudah mengerjakan tugas-Nya seutuhnya ? 

Satu sisi, 

Kita patut bersyukur masih diberikan kepercayaan untuk hidup satu kali lagi, yaitu nafas kita. 

Sisi lain juga, 

Nafas adalah satu kesempatan lagi agar kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Satu anugerah yang tidak bisa dibayar dengan uang.

Sebaik-baiknya hidup, ketika dapat  bermanfaat bagi sesama, terlebih kepada pemilik hidup ini. 


"Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!"




#ShareHisstory

Rabu, 09 Maret 2016

Bagian Terkecil






"Yang membuat kita dewasa bukan hanya pendidikan yang tinggi atau IQ yang hebat, tetapi proses hidup yang diselesaikan seutuhnya


Belum lama ini aku membuat pernyataan dan pendapat kepada mereka yang berwenang di perusahaan. 

Ini pertama kalinya melakukan sepanjang waktu yang Tuhan percayakan. 

Pernyataan dan pendapat yang aku utarakan berdasarkan hasil pengamatan setiap hari, pengalaman pribadi, dan perenungan setiap hari. 

Pesan yang aku sampaikan pastinya seputar kantor.

Aku lakukan hal ini dengan kesadaran penuh. Dengan tujuan mereka mengerti apa yang aku lihat, dengar, dan rasakan. Tidak hanya itu, aku berharap jadi lebih baik lagi. 

Ternyata...
Apa yang aku sampaikan tidak ditanggapi dengan ramah. Aku akui, ada beberapa hal yang kurang tepat aku sampaikan kepada mereka.

Apa aku menyesal melakukan itu ? 

Tidak! Tidak sama sekali. 

Jauh di lubuk hatiku, aku senang dan sedikit lega. Setidaknya satu prestasi dalam hidup aku untuk berani mengutarakan pendapat dan pernyataan walau masih jauh dari kata sempurna. 


***
Bicara soal kedudukan atau bahasa rohaninya fungsi aku di kantor adalah support Agent yang bisa diartikan sebagai customer service. 

Di dunia perkejaan posisi tersebut hanya bagian kecil. Mungkin untuk posisi di atas menganggap pekerjaan ini mudah di kerjakan. 

Bagi aku mengerjakan fungsi ini butuh skill khusus. Skill yang dipelajari setiap hari. Satu hal lagi, tidak mudah seperti yang orang-orang bayangkan. 

Lewat kejadian di atas, aku belajar lagi. 

Seketika teringat artikel yang pernah aku baca udah lama banget. Artikel itu cerita tentang baut.
Kalian tau baut ? 

Baut ada dimana saja. Di mobil, motor, truck, pesawat, kapal, dan masih banyak lagi. 

Baut hanya salah satu benda kecil di perabadan ini. 

Apa sih yang menarik dari baut ? 

Secara ukuran tidak seberapa. Bentuk ? tidak waoh banget. Dengan kata lain baut biasa saja. 

Di dalam artikel itu, sang penulis mengambil contoh dari sebuah mobil. Biasanya orang akan melihat body mobil apalagi kalau sudah di hias berbagai macam ornamen. 


Taukah kalian, mobil tidak berfungsi dengan baik jika tidak ada bensin ?


Mobil pun juga tidak berarti jika baut di mobil tersebut hilang atau rusak.


Singkatnya, penulis berkata baut itu istimewa sekalipun tidak di perhatikan oleh orang-orang.

Sifat baut yang aku ingat dari artikel itu : 

1. Memiliki kapasitas besar walaupun bentuknya kecil. 

2. Memiliki kerendahan hati. 

3. Tetap berfungsi baik meski tidak ada yang melihat. 


***

Aku tetap manusia yang belum sempurna.

Masih banyak yang perlu diperbaiki.

Masih perlu belajar banyak. 

Aku memang hanya sebuah 'baut' di tempat yang Tuhan percayakan. 

Tetapi aku yakin tidak ada yang kebetulan di dunia ini. 

Satu hal aku belajar, 

Miliki hati yang besar.

Tidak peduli latar belakangmu. 

Tidak peduli seberapa tinggi pendidikanmu. 

Tidak peduli berapa hebat IQ-mu. 

Teruslah melangkah. 

Teruslah kerjakan apa yang Tuhan percayakan sebaik-baiknya 

Baik di dalam keluargamu, sekolahmu, kampusmu, pekerjaanmu, pelayananmu, lingkunganmu. 

Jangan berkecil hati 

Karena aku, kamu, kita, mereka diciptakan menurut gambaran-Nya dan fungsi-Nya. 

Gabantte! 


"Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya."

#ShareHisstory

Kamis, 18 Februari 2016

DIA Penulis Dan Sutradaraku (5)

Ketika mimpi dan cita-cita harus tertunda.

Sedih yang dalam masih aku rasa sampai saat ini.

Kuliah dan lulus wisuda adalah salah satu impian besarku setelah memasuki dunia perkejaan.

Apa daya keterbatasan financial dan tanggung jawab sebagai seorang anak memaksa untuk menunda impian itu.

Hingga suatu hari . . .

Seperti angin segar menghampiri.

Seseorang,  yang tak lain adalah boss ku menawarkan beasiswa pendidikan.

Terharu bahagia menjadi ekspresiku pertama kali.

Selama sebulan mencari informasi-informasi kampus dan memutuskan di salah satu universitas di Jakarta.

Senang pastinya karena bisa merasakan lagi 'kursi panas' pendidikan, bertemu pengajar-pengajar yang unik, teman-teman yang memiliki karakter yang berbeda-beda.

Berjalannya waktu . . .

Aku mulai menemukan sesuatu yang aneh.

Sesuatu yang baru aku sadari dan pahami.

Satu kali.

Dua kali.

Sampai waktu mengizinkan aku sakit yang belum pernah aku alami.

Infeksi kelenjar.

Pergulatan batin pun dimulai.

Pada satu hari istimewa, 

Dingding putih di dalam ruangan itu menjadi saksi bisu pernyataan dua pilihan.

Lagi-lagi hanya air mata yang mampu menceritakan semua itu.

Berdoa

Meminta tuntunan dari-Nya
Ketika kedua pilihan sama-sama penting

Makin mendekati hari 'pemutusan' 

Arah yang aku dapat tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan

Akhirnya . . .

Aku berhenti sejenak dari masa pendidikan ini dan mengakhiri kontrak pendidikan

Banyak yang menyayangkan, terutama keluarga aku

Tapi ini hasil akhir yang aku dapat (di episode hidup ini)


 ***


Proses ini membuatku belajar :

1. Semua doaku di jawab Tuhan
Lewat boss aku sebagai perantaranya Tuhan, aku bisa kuliah. Bisa belajar di sebuah gedung yang disebut universitas, di sebuah ruangan yang disebut pembelajaraan, Bisa berinteraksi dan terlibat langsung dengan orang-orang yang tidak pernah aku jumpai sebelumnya.


2. Fokus dan prioritas
Setiap manusia memiliki banyak keinginan, namun tidak semua keinginan bisa terwujud dalam satu waktu. Tidak semua keinginan adalah destiny hidup kita. Tidak semua keinginan adalah kebutuhan.
Aku diingatkan, diajarin lagi, mana yang jadi fokus hidup aku sebenarnya. Memilah-milah skala prioritas yang harus aku tetapkan. Ketika kita tahu fokus dan prioritas kita, jalan yang kita tempuh akan semakin ringan dan bisa sampai ke tempat tujuan dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun.


3. Visi
Ibarat tempat tujuan itulah visi. Ibarat bahan bakar itulah semangat. Setiap manusia memiliki visi hidup. Agar visi tercapai, kita membuat rencana dan strategi. Terkadang, rencana dan strategi kita kurang tepat bahkan menjauh dari visi semula. Disini Tuhan mengingatkan, apakah rencana dan strategi yang kita susun sudah sesuai dengan rancangan-Nya ? Tiga kata yang jadi rhema banget : "Jangan kehilangan visi". Sekalipun jalan yang Tuhan berikan tidak sesuai yang kita harapkan, tetap pegang visi itu sampai Tuhan genapi.


4. Tanggungjawab dan kepercayaan dari Tuhan (baca:pelayanan)
Kerjakan terus dengan sungguh-sungguh setiap kepercayaan yang sudah Tuhan berikan di dalam hidup kita. Jangan sekali-kali meninggalkan hal tersebut karena akhirnya adalah kehancuran. Balik lagi ke point 2, apa fokus dan prioritas yang sebenarnya.


***

Mungkin ini pahit. Tapi aku mau bilang selalu ada Kebaikan dalam situasi buruk. Ketika kita hanya mampu merencanakan kehidupan 10.000 km, Tuhan sanggup merencanakan 100.000.000 km bahkan lebih dari itu.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.


Pertanyaannya, maukah kita mengikuti setiap jalan-jalanNya ?


Rabu, 17 Februari 2016

Happy Wednesday


Bertahtalah Tuhan di hatiku
Bertahtalah Tuhan di hidupku
Karna ku takkan mampu tanpaMu
Jalani sisa hidupku

Kau yang berfirman
Kau yang berjanji
Takkan biarkan ku sendiri
Di tengah badai ku kan trus berlari
BersamaMu ku tak akan takut


***

Kalimat di atas adalah sebuah lagu yang diciptakan seorang kakak youth di gereja masa kecil ku.

Aku tahu lagu ini beberapa bulan lalu dan sudah mendengarkan juga.

Entah kenapa pagi ini, tepatnya setelah bangun tidur, lagu tersebut tergiang dan terus mengalun indah di hatiku.

Aku percaya Tuhan lebih tau isi hati aku yang terdalam.

Biarlah ini jadi doa dan deklarasiku membiarkan Tuhan lebih lagi berkarya di dalam hidupku.

Berjalan dan hidup di dalam destiny-Nya.

Amin.








Jumat, 29 Januari 2016

Grabike

Jumat terakhir di bulan Januari. 

Mungkin hari berjalan cepat dari tanggal 1 sampai 29 ini.
Tapi buat bidang keuangan rasanya lama banget. Makin mengakhiri bulan ini, tabungan semakin angkat kedua tangan, angkat kaki juga mungkin, terus teriak "help me, help me". Duh.. Sedih dengernya. 

Beberapa menit sebelum pulang, mami chat aku :

Mom : "Jess, pulang bisa naik grabike biar cepet ? Mami mau antar dede soalnya"

Me : "Okay. Tar coba pesan grabike yaa" 

Dalam hati : "Uang pas-pasan naik grabike. Rencana awal mau naik kopaja dan angkot biar 
menghemat. Lumayan buat perjalanan besok." 

"Tapi ya sudahlah. Ini penting banget. Karena di rumah ada popo. Gak mungkin di tinggal sendirian."
Batinku berdiskusi sendiri. 

Nah, grabike punya promo. Kalau non peak hours Rp 12.000. Kalau peak hours (16.00-19.00)  Rp 18.000. 

Karena jam kantorku berakhir pukul 17.00 WIB, otomatis masuk peak hours. Setelah jam 17.00 aku pesan grabike lewat aplikasinya yang bentar lagi mau berubah brand jadi "GRAB".
Search tempat penjemputan dan penurunan, masukkan kode promo 'GRABYANGAMAN', pesan buat driver. 

Kalian tau apa yang terjadi ? 

Kode yang aku masukkan berhasil ngebike Rp 12.000.
Serius nih ? 

Gak pikir lama langsung aku confirm lalu pesan grabike. 

Di sela-sela nunggu dapat driver, aku masih berfikir.

"Beneran 12.000 ?"

Dua kali gak dapat driver pas ketiga kalinya baru dapat

Sepanjang perjalanan, merasa seperti mimpi, sampai tiba di tujuan drivernya bilang : "12.000 bu" 

Disitu saya bahagia. 

Favor of God banget.

Bersyukur banget banget, Tuhan tolong aku. DIA sediakan semua tepat pada waktunya. 

Ketika di luar sana berkata : "kerja tuh enak, bisa punya uang sendiri, mau beli apapun gak lagi minta sama orang tua" 

Iya, punya penghasilan sendiri itu salah satu pencapaian atau naik level di kehidupan ini. Tapi punya uang sendiri gak berarti bisa beli apapun, bisa kemana pun, bisa berbuat apapun yang kita mau. 

Dari awal aku kerja, Tuhan udah kasih tanggung jawab yang cukup besar bagi  seumuran aku.

Kadang, aku bertanya sama Tuhan, "Kenapa Engkau begitu yakin aku bisa menjalankan tugas ini?"
Bapa yang penuh kasih itu menjawab : "Kamu pasti bisa anak-Ku. Aku selalu ada untukmu. Berjalanlah, berlarilah." 

Kejadian hari ini hanya salah satu dari bukti kalau Tuhan gak pernah tinggalin aku. Bukti DIA sedang mengendong ketika jalanku sudah tertatih-tatih. 

Tuhan sedang didik aku untuk mempercayai-Nya 100%. Ya, gak lagi 50%, 70%, atau 99%. Beliau minta 100%! 

Blessing ini mengingatkan lagi untuk lebih fokus sama Tuhan. Lebih andalkan-Nya. Lebih 
membiarkan IA berkarya atas hidup kita. 

Terima kasih banyak Tuhan Yesus. Engkau baik. Sungguh baik. Teramat baik bagi hidupku :') 

"Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?"

Sampai disini ceritaku. 

Percaya dan yakinlah, pemeliharan Tuhan selalu sempurna bagi setiap orang yang mengasihiNya :) 

God bless you. 


#Bahagiaitusederhana

Berjalan Dalam Perkenanan Tuhan


Yosua 1:7

“Hanya kuatkan dan teguhkan hatimu, dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi”


Kenapa masih ada orang yang tidak beruntung ?

Kita belajar dari Daud, sebelum mengalahkan goliat dan menjadi Raja. Ia adalah seorang gembala dari 2-3 ekor domba. Musuh dari domba-domba itu adalah singa. Secara logika, mengapa domba yang hanya 2-3 ekor musuhnya sebesar singa ? Rasanya gak masuk akal. Tapi dibalik itu Tuhan sedang mempersiapkan Daud untuk rencana-Nya yang besar.

Tidak ada orang yang tiba-tiba pintar kalau gak pernah berlatih dan belajar. Gak ada orang jadi sabar banget kalau gak  berusaha mengontrol emosinya. Begitu juga dengan Daud, dia gak bisa mengalahkan Goliat jika tidak belajar menghalau singa-singa itu. Selain itu Daud orang yang setia. Berapa pun domba yang ada, Daud tetap sungguh-sungguh mengejarkan tugasnya.

Jadi, kalau ada yang bilang kenapa masih ada orang gak beruntung sebenarnya bukan gak beruntung. Tuhan sedang mempersiapkan seseorang itu untuk terima tugas yang lebih besar lagi. Tuhan sedang melatih agar manusia yang dipilihNya bertumbuh di dalam iman dan kesetiaan.


Yakinlah, God's favor itu ujungnya keberutungan.


Ciri atau hal apa saja yang harus kita lakukan supaya mengalami perkenanan Tuhan ?

1. Yosua 1:7a
"Hanya kuatkan dan teguhkan hatimu, dengan sungguh-sungguh"
Arinya : Harus mnjaga hati kita dengan baik. Apa yang ada di hati kita, itulah yang terpancar di kehidupan kita (Amsal 4:23).

 2. Yosua 1:7b
"bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa"
Artinya : Kita itu domba. Ciri domba adalah lemah, perlu dituntun. kenapa gembala jalannya di depan ? Supaya bisa menuntun dombanya. Seoarang gembala juga mengendong dombanya, kalau bandel, sakit. Tujuannya di gendong supaya domba makin dekat dengan gembala. Gitu juga kita. Tuhan akan gendong kita waktu kita mulai tertatih-tatih jalannya, mengobati kita sakit, supaya kita makin dekat sama Tuhan dan terus mengandalkanNya. Satu kata, hati-hati. Tanya Tuhan dulu apapun yang ingin kita kerjakan.

3. Yosua 1:7c
" janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri.."
Artinya : Jadilah orang gak hanya percaya tapi bisa dipercaya oleh Tuhan. Lakukan tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Memiliki intregitas yang tinggi.

Yohanes 15:2
"Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah

Setiap kita memiliki kesempatan yang diberikan Tuhan untuk memperbaiki diri, memaksimalkan potensi, dan menjadi berkat bagi banyak orang.

*Firman Tuhan yang memberkati aku hari ini*

God Bless You.


Jumat, 08 Januari 2016

Perjalanan YPCC 4 Jakarta


Satu kata mengawali perjalanan ini. 

Iseng.

Ya, iseng mengisi form YPCC yang diumumkan oleh YesHeis melalui akun twitternya. Aku gak tau pasti asal muasal akun YesHesis muncul di timeline aku. Dengan apa adanya aku menikmati setiap postingannya.


Di suatu siang, tepatnya tanggal 25 Agustus 2015.
Sebuah pesan singkat menyita perhatianku (tau aja lagi jam-jam kritis)

Hallo YPCC Community Class 4! Perkenalkan saya adalah Sheila Sarayar, mentor temen2 untuk kota Jabodetabek dalam YPCC YesHEis Community Class 4 J. Kelas kita akan mulai minggu depan secara online yaa.. Sebelum kita memulai kelas2 ini. Saya akan add fb temen2 dan akan invite temen2 ke grup YPCC 4. Temen2 jg bisa kontek saya di nomor ini yah, bisa melalui WA or Line :) . Salam kenal semua!^^

Asli. Aku lupa banget soal YPCC. Kalau gak ada pesan singkat itu sampai sekarang aku gak tau pernah mendaftarkan diri ke YesHeis. (Makasih loch YesHeis udah ingetin aku).


Seperti kebanyakan orang, aku hanya tau YesHeis itu sebuah akun sosmed berbasis rohani. Ternyata salah, setelah dijelaskan oleh kak Sheila pada pertemuan pertama di Dunkin Donat Semanggi, YesHeis adalah sebuah organisasi. Sebagai jembatan berbagai gereja dan menghubungkan orang-orang di luar sana yang belum kenal Tuhan.(intinya begitu)

 
Pembinaan ini berjalan kurang lebih tiga bulan. Dimana setiap minggunya ada misi-misi yang harus dikerjakan. Misi-misi itulah yang mengajarkan aku banyak hal. Setiap misinya memiliki aneka rasa, ada senang, sedih, galau, deg-degkan, takut, dan lain-lain. Misi yang bikin senang dan takut waktu ikut open booth. Senang bertemu anak-anak muda yang antusias banget sama Tuhan dan takut karena belum pernah pergi ke gereja-gereja yang berbeda karakter.

Misi bikin galau waktu pengenalan konten-konten YesHeis dan menulis caption atau narasi supaya orang-orang tertarik melihat video-videonya. Itu mikir lama banget sampai berhari-hari. Gak tau mau nulis apa. Hampir menyerah.

Misi bikin deg-degkan adalah menjadi responden. Kenapa ? Kepikiran kalau jawabnya salah gimana? Kalau mengarahkan gak bener gimana ? Berasa dosa besar sampai menjerumuskan anak orang. Buat misi yang ini perlu pembinaan yang intesif, kalau perlu belajar konseling dan psikologi :) Tapi.. semua misi-misi yang ada membuat aku terkesan. Waoh bangetlah.

YPCC 4 mempertemukan aku dengan orang-orang yang belum pernah aku jumpai. Ternyata mereka semua welcome banget. Gokil habis, penuh cerita-cerita yang menggungah hati. Rasanya kaya udah kenal lama banget sama mereka. Yang istimewa dari YPCC 4 adalah mempertemukan aku dengan teman main, teman seperjuangan di masa kecil (walau belum ketemu secara fisik). Dan yang terbaru, temen gereja aku (yang jarang ketemu) ternyata kenal sama bro Roy. Amazing banget kan? (Kalau kata Tuhan bumi itu tumpuan kaki-Nya, makanya kenapa bisa ada kejadian ini) Terima kasih Tuhan :)

Pertemuan ke-4 YPPC 4 sekaligus gathering dan graduation menjadi satu moment yang sampai sekarang kepikiran terus. Jadi setelah pertemuan itu, tiba-tiba aku di ingetin satu quotes yang pernah jadi rhema banget beberapa tahun lalu.

“Kalau Tuhan sudah memilih kamu, tidak ada rencana Tuhan yang gagal”

Aku menyadari, bisa lulus YPCC 4 ini bukan karena aku bisa, aku kuat. Itu karena Tuhan sendiri yang telah memilih aku. Tuhanlah yang memampukan aku sampai di titik ini. Aku yakin, teman-teman yang bisa menyelesaikan ‘pertandingan’ misi selama kurang lebih tiga bulan ini, karena Tuhan punya rencana indah atas hidup kita. Dia, Sang sutradara dan penulis hidup kita sedang merancangkan satu ‘film’ dan ‘buku’ yang layak di tonton serta di baca untuk miliaran manusia di dunia ini. 

Awal tahun ini aku di ingetin untuk punya semangat. Kalau kata Merry Riana : “Semangat itu seperti bahan bakar. Kalau kita kehabisan bahan bakar, kita gak bisa sampai ke tempat tujuan. Dengan semangat dan keberanian kita bisa mencapai hal-hal besar dan sukses.”

Kalau diterjemahkan dalam bahasa rohani, semangat itu Roh-Nya Tuhan, sedangkan keberanian adalah kuasa yang Tuhan berikan.


Akhirnya,

Kelulusan ini adalah awal perjalanan kita. Doaku, kita tetap berada di track-Nya. Tetap belajar menyelaraskan apa yang menjadi kehendak Tuhan atas hidup kita. Tetap solid, tetap unity dan rendah hati. Bersatu untuk mengerjakan apa yang menjadi visinya Tuhan.


Terima kasih mentor kesayangan, Kak Sheila Sarayar. Teman-teman seperjuangan, John Kennard Justin, Jaya Chandra, Dodi Alexsander Manalu dan Roy Lambok. YPCC 3, kak Demminor dan Ko Ferry. Tak Lupa tim hore YPCC 4, Cakalim alias Christian Alkalim.

Kalian luar biasa!

God Bless you all..


Sebagai penutup tulisan ini, 

“Hidupku adalah perjalananku bersama Tuhan. Perjalanan ini mungkin tidak mudah, tapi saya yakin seluruh perjalanan ini sangat berharga”