Tampilkan postingan dengan label Faith. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Faith. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2016

Why I Have Hope

"Hidup itu seperti naik tangga. Kalau Tuhan pimpin kita menjalani anak tangga sebelumnya, maka di anak tangga berikutnya pasti Tuhan pegang tangan kita."

Welcome October :)

Puji syukur kepada Tuhan sampai detik ini Jessica masih hidup. Masih diperkenankan Tuhan menyelesaikan PR-PR di dunia ini.

Kisah ini tidak bermaksud untuk membanggakan diri, tetapi mau bilang kebaikan Tuhan Yesus luar biasa banget.

Selamat membaca teman-teman, Semoga teman-teman bisa alami kebaikan Tuhan juga :)

Sebulan ini aku ikut satu campaign atau kegerakan bernama goeverywhere. Ini kali keduanya aku ikut campaign. Tahun ini Tema goeverywhere adalah Why I Have Hope (mengapa aku punya harapan). Tema ini benar-benar jadi pergumulan buat aku. Kejadian demi kejadian yang terjadi membuat aku bertanya : "Benar gak harapan itu ada ?". Campaign ini tantang aku (dan semua orang yang ikut campaign) untuk bagikan harapan kepada orang banyak.

Suatu hari berfikir, "Hal apa yang membuat aku harus, kudu, wajib, ikut campaign ini ?"

Lalu terjawab dari Wahyu 11:3-4.
Dua hal yang aku dapat dari ayat ini adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian.

Yang dimaksud kedua pohon zaitun adalah Roh Kudus dan kedua kaki dian adalah gerejanya atau kita. Dari ayat ini belajar bahwa aku punya tugas besar yaitu menjadi saksi-Nya. Pekerjaan itu ada waktunya ketika waktunya habis, kita gak punya kesempatan lagi. Hal ini yang mendasari aku harus, kudu, wajib ikut kegerakan ini. Di hati ngerasa takut kalau waktu itu bener-bener habis.

Di lain hari, dari dalam diri aku ada dorongan untuk bagikan campaign ini ke anak-anak muda di gereja aku. Antara ragu dan yakin. Karena otomatis bawain ini sendirian. Setelah minta persetujuan dengan resetatif kesayangan dan kabid youth, aku menyakinkan diri untuk maju.

Wacananya, aku share tanggal 24 September 2016. Tapi tepat di tanggal tersebut rumah aku kebanjiran. Sedih karena gak jadi share secara langsung. Percayalah, segala sesuatu yang terjadi pasti datangkan kebaikan. Biasanya kalau kebanjiran aku sedih pake banget, uring-uringan.. Kali ini, Tuhan kasih aku sukacita dan air banjir mengingatkan sebanyak itu (bahkan lebih) harapan yang kita taruh di dalam Tuhan Yesus.

Singkat cerita, tepat tanggal 1 Oktober 2016 aku bisa share kegerakan ini di gereja aku. Praise the Lord! Ini kali pertama presentasiku ditambah gak di temenin siapa-siapa. Betapa Deg-degkannya aku di atas panggung.

***

Ini bukan kuat gagah aku. Ini bukan mau eksis-eksisan. Ini bukan kemauan aku sebenarnya. Aku sangat yakin dan percaya, semua ini dari Tuhan dan mau - nya Tuhan. Walaupun harus alami banyak pasang surut hidup, namun diantaranya selalu ada 'bonus' yang Tuhan kasih. Sesuatu yang gak pernah aku minta Dia berikan. Dia percayakan.

Kasih Tuhan besar banget. Penyertaan-Nya bukti Cinta-Nya sama kita. Jika hari ini aku masih teguh berdiri, itu karena janji dan perkenanan-Nya. Sumber harapanku yang pasti ada di dalam Yesus.

#goeverywhere
#goeverywhere2016
#Whyihavehope

Kamis, 30 Juni 2016

I'm Handle


Seminggu sebelum retreat . . .

Tetibaan mengalami ketakutan dan kegelisahan yang luar biasa tanpa sebab.

Beberapa peristiwa terjadi membuat satu pertanyaan :

"Ada apa Tuhan ?"

Tiga hari pertama

Aku tidak bisa membendung ketakutan dan kegelisahanku

Satu-satunya hanya berdoa, mencurahkan sama Tuhan

Hari ke-empat sampai sekarang jauh lebih baik

Ketakutan dan kegelisahan itu mereda.


Bukan Tuhan Yesus namaNya kalau tidak ada 1001 cara untuk menghiburku, memberiku pengertian.

Timeline sosial mediaku tiba-tiba muncul quotes-quotes yang 'aku' banget. Seperti menyapa :

"Hai Jess, tenang saja."


Sesi pertama hari kedua retreat . . .

Worship Leader menyanyikan satu lagu yang baru pertama kali aku dengar.

Isi lagu tersebut seperti bicara sama aku.

Tiap katanya mengalun indah di hatiku

Setelah sesi, aku tanya apa judul lagunya lalu aku download.

Akhirnya . . .

Lagu tersebut berkumandang di telingaku tiap hari.


Tak berhenti sampai disitu,

DIA benar-benar membuatku yakin

Beberapa hari lalu dapat satu ayat yang bilang begini :

"”Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan” (Yesaya 41:10)"


Satu hal yang diingatkan, apapun ketakutanmu, kegelisahanmu, proses apapun yang kamu lewati, terus puji-puji DIA, terus naikkan ucapan syukur. Ingat, janji-Nya ayat di atas, Tuhan yang memegang tangan kita yang membawa kemenangan, kemenangan sejati. Bagian kita, adalah mempercayai IA seutuhnya dan berjalan pada jalur yang telah ditetapkan-Nya.

Maukah kita belajar taruh hidup kita sepenuhnya sama Tuhan ?

Kiranya Tuhan Yesus menolong.

Cekidot yang penasaran sama lagunya :)




Senin, 28 Maret 2016

Artikel Yang Terlupakan

"Pikirkanlah perkara yang di atas bukan yang di bumi" 

Beberapa hari lalu, aku dapat pemberitahuan kalau artikel aku berhasil lahir ke dunia.

"Artikel yang mana ya ? "

Setelah aku buka link yang dikasih, aku baru ingat artikel itu. 

"Puji Tuhan, Thanks God buat kadonya" 

Jadi di waktu itu...
Aku suka baca artikel-artikel di salah satu media namanya Hipwee. Isinya dekat dengan kehidupan anak-anak muda. Sampai suatu hari, Hipwee membuat satu inovasi dimana pembaca bisa turut ambil bagian jadi penulis. Hipwee menyediakan template di dalam websitenya. Caranya cukup mudah, hanya perlu login menggunakan akun Facebook, kita bisa belajar berbagi melalui tulisan. 

Di hari berbeda setelah kemunculan inovasi.. 

Aku kepikiran memasukkan salah satu artikel yang aku buat. Walau awalnya pesimis, akhirnya nekad aja post artikel itu. 

Setelah di post, artikel gak bisa langsung muncul di websitenya. Ada editor Hipwee yang harus approve tulisan aku. 

Hari pertama setelah post.. 

Gak muncul. 

hari kedua 

Gak muncul 

Hari ketiga

Masih gak muncul 

Seminggu, dua minggu, sampai sebulan 

Tidak ada tanda-tanda tulisan aku di approve. 

"Mungkin tulisan aku belum tepat. Ya sudahlah" kata ku menghibur diri.

Kesibukan dan berbagai proses yang harus aku tempuh, membuatku lupa dengan artikel itu.
Akhirnya... 

Bangkit lagi setelah ratusan hari bersembunyi di dalam kesunyian. 

***

Lahirnya tulisan aku ke media yang memiliki 14 juta pembaca, 

Tuhan seperti bilang gini : 

"Nak, Aku tetap disini Bersamamu" 

"Jangan menyerah. Selesaikanlah"

Hari-hari ini aku harus jalanin proses yang bombastis banget. Mengalami satu fase hidup yang secara manusiawi apalagi umur aku yang masih segini mustahil bisa lalui. 

Di proses itu memang gak enak. Bahkan ekstrimnya jadi paling hina banget (udah paling pake banget kan). Sebagai manusia yang belum sempurna, adakalanya pengen lari, tinggalin proses itu. Tapi Tuhan sangat sayang sama aku. 

Tiba-tiba Tuhan lahirkan artikel yang aku lupakan.

Tiba-tiba Tuhan biarkan aku menerima pemberitahuan itu. 

Tiba-tiba Tuhan kasih 'senyum' di antaranya. 

***

Aku percaya kemunculan artikel aku bukan suatu kebetulan. Aku percaya Tuhan biarkan menunda tulisan itu untuk satu tujuan-Nya. 

Satu hal, kalau Tuhan masih mau memproses kita, itu karena Tuhan sayang banget sama kita. Proses membuat kita belajar semakin serupa gambaran-Nya. 

Aku dikasih pengertian, proses itu ibarat bungkus kado, tugas kita hanya membuka bungkus kado itu. Setelah berhasil, kita pasti dapatkan hadiah istimewanya.

Hadiah istimewa yang akan kita dapatkan tergantung dari cara kita membuka bungkusnya. 

Yang paling penting adalah hati kita tetap tertuju kepada Tuhan. Tetap menggantungkan pengharapan kita kepada Sang Sumber kehidupan. 

Kerjakan apapun yang Tuhan percayakan di dalam kehidupan kita dengan sungguh hati, sampai Tuhan bilang : "It Is Finished". 


***

Bagi yang belum mengujungi kelahiran artikel saya, silakan mampir kesini. 

#ShareHISstory 


Rabu, 09 Maret 2016

Bagian Terkecil






"Yang membuat kita dewasa bukan hanya pendidikan yang tinggi atau IQ yang hebat, tetapi proses hidup yang diselesaikan seutuhnya" 


Belum lama ini aku membuat pernyataan dan pendapat kepada mereka yang berwenang di perusahaan. 

Ini pertama kalinya melakukan sepanjang waktu yang Tuhan percayakan. 

Pernyataan dan pendapat yang aku utarakan berdasarkan hasil pengamatan setiap hari, pengalaman pribadi, dan perenungan setiap hari. 

Pesan yang aku sampaikan pastinya seputar kantor.

Aku lakukan hal ini dengan kesadaran penuh. Dengan tujuan mereka mengerti apa yang aku lihat, dengar, dan rasakan. Tidak hanya itu, aku berharap jadi lebih baik lagi. 

Ternyata...
Apa yang aku sampaikan tidak ditanggapi dengan ramah. Aku akui, ada beberapa hal yang kurang tepat aku sampaikan kepada mereka.

Apa aku menyesal melakukan itu ? 

Tidak! Tidak sama sekali. 

Jauh di lubuk hatiku, aku senang dan sedikit lega. Setidaknya satu prestasi dalam hidup aku untuk berani mengutarakan pendapat dan pernyataan walau masih jauh dari kata sempurna. 


***
Bicara soal kedudukan atau bahasa rohaninya fungsi aku di kantor adalah support Agent yang bisa diartikan sebagai customer service. 

Di dunia perkejaan posisi tersebut hanya bagian kecil. Mungkin untuk posisi di atas menganggap pekerjaan ini mudah di kerjakan. 

Bagi aku mengerjakan fungsi ini butuh skill khusus. Skill yang dipelajari setiap hari. Satu hal lagi, tidak mudah seperti yang orang-orang bayangkan. 

Lewat kejadian di atas, aku belajar lagi. 

Seketika teringat artikel yang pernah aku baca udah lama banget. Artikel itu cerita tentang baut.
Kalian tau baut ? 

Baut ada dimana saja. Di mobil, motor, truck, pesawat, kapal, dan masih banyak lagi. 

Baut hanya salah satu benda kecil di perabadan ini. 

Apa sih yang menarik dari baut ? 

Secara ukuran tidak seberapa. Bentuk ? tidak waoh banget. Dengan kata lain baut biasa saja. 

Di dalam artikel itu, sang penulis mengambil contoh dari sebuah mobil. Biasanya orang akan melihat body mobil apalagi kalau sudah di hias berbagai macam ornamen. 


Taukah kalian, mobil tidak berfungsi dengan baik jika tidak ada bensin ?


Mobil pun juga tidak berarti jika baut di mobil tersebut hilang atau rusak.


Singkatnya, penulis berkata baut itu istimewa sekalipun tidak di perhatikan oleh orang-orang.

Sifat baut yang aku ingat dari artikel itu : 

1. Memiliki kapasitas besar walaupun bentuknya kecil. 

2. Memiliki kerendahan hati. 

3. Tetap berfungsi baik meski tidak ada yang melihat. 


***

Aku tetap manusia yang belum sempurna.

Masih banyak yang perlu diperbaiki.

Masih perlu belajar banyak. 

Aku memang hanya sebuah 'baut' di tempat yang Tuhan percayakan. 

Tetapi aku yakin tidak ada yang kebetulan di dunia ini. 

Satu hal aku belajar, 

Miliki hati yang besar.

Tidak peduli latar belakangmu. 

Tidak peduli seberapa tinggi pendidikanmu. 

Tidak peduli berapa hebat IQ-mu. 

Teruslah melangkah. 

Teruslah kerjakan apa yang Tuhan percayakan sebaik-baiknya 

Baik di dalam keluargamu, sekolahmu, kampusmu, pekerjaanmu, pelayananmu, lingkunganmu. 

Jangan berkecil hati 

Karena aku, kamu, kita, mereka diciptakan menurut gambaran-Nya dan fungsi-Nya. 

Gabantte! 


"Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya."

#ShareHisstory