Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 April 2017

Sepuluh Agenda Pacaran Kudus

Pas denger renungan ini, hati bersukacita banget. I hope ini bermanfaat buat kalian :

1. buat ekpresi biasa jadi luar biasa.

2. jangan tergesa dengan gairah

3. Jangan beri makan fantasi

4. Selalu ingat dia punya siapa

5. Buat perjanjian dengan Tuhan dan perbaharui setiap hari

6. Undang hadirat Tuhan sebelum kencan

7. Bicara ekpetasi, masa depan Bicara intektual

8. Jangan selalu berduaan

9. Utamakan kasih daripada cinta

10. Kembali ke Tuhan

***

"Tidak ada PERNIKAHAN kudus tanpa pacaran kudus. Dan tidak mungkin ada PACARAN kudus tanpa PERGAULAN kudus."

Senin, 31 Oktober 2016

Terima Kasih Oktober




Tetaplah bahagia




"Lewat proses kita belajar banyak hal, lewat proses semakin mendewasakan kita"





Jam menunjukkan pukul 17.00 WIB itu artinya usai sudah berjibaku selama 9 jam di kantor. Saatnya pulang.
Seperti biasa, berjalan ke tempat biasa menunggu kopaja. 5 menit berlalu, kopaja belum juga datang. Sambil menunggu, dalam hati bilang : "Papi gak pulang jam segini ?" . Tiba-tiba, handphone berdering :

"Jess, kamu udah pulang ?"

"Iya, ini lagi mau pulang."

"Ya udah bareng. Nunggu dimana ?"

"Depan alfamart Pi"

Seketika bahagia banget akhirnya bisa pulang bareng papi :D :D


Seringkali, kita lebih mudah senang, lebih mudah bahagia ketika ada sesuatu yang besar terjadi dalam hidup kita. Kita gampang banget buat bilang "Terima kasih Tuhan." Lalu saat terjadi sesuatu yang biasa aja bahkan sesuatu yang gak enak, apakah kita dengan mudah bahagia, mudah senang, mudah bilang "Terima kasih Tuhan ?" . Sampai detik ini, aku pun masih belajar, untuk mudah bahagia, mudah senang, mudah bersyukur atas apapun yang terjadi dalam hidupku. Walau kadang, masih ngeluh sama sesuatu yang gak enak. Masih gampang sedih dengan apa yang terjadi di hidupku. 

Bahagia itu sederhana.

Menjadi satu slogan pribadi yang aku pegang sejak beberapa tahun lalu. Dari slogan tersebut, aku belajar melihat hidup ini dari kacamata berbeda. Belajar memaknai hidup dengan cara-cara sederhana namun mewah. Belajar bahwa bukan hal-hal besar saja yang perlu diperhatikan dan menjadi tujuan, tetapi juga hal-hal kecil yang (sering) terlupakan.

Bulan ini terasa panjang buat aku.

Banyak kejadian yang aku lewati.

Dari yang paling bahagia sampai paling sedih.

Secara tak kebetulan, Facebook hari ini mengingatkan satu tulisanku 3 tahun lalu.

Satu tulisan yang kembali mengingatkan betapa tangan Tuhan yang ajaib telah dan terus merangkai kisah hidupku.

Aku ada, bukan karena aku kuat.

Aku ada, bukan karena aku mampu.

Aku ada, bukan karena aku hebat.

Hanya satu jawabannya : Karena aku dipilih.

Dia,

Bapa yang kekal

Raja Damai

Alllah yang perkasa

Penasehat Ajaib

Tuhan Yesus Kristus

Telah memilihku juga memilih kalian menjadi bagian dari rencana-Nya yang luar biasa.


***

Terima kasih Oktober untuk cerita-ceritamu. 

Kan tersimpan indah di 'album' kehidupanku.

Kini, ,

Aku siap menanti bulan dan hari yang baru beserta kisah-kisahnya :)


***

"Before I formed you in the womb I knew you; Before you were born I sanctified you; I ordained you a prophet to the nations."-Jeremiah 1:5

Selasa, 09 Agustus 2016

5 Nasihat Alkitab Buat Kamu yang Sedang Menanti Pasangan


Tuhan suka membuat kita menunggu. Tentu saja Dia melakukannya dengan alasan yang baik. Kadang kita perlu waktu untuk mencari tahu apa yang sebenarnya kita inginkan dan butuhkan dalam hidup.  Dalam beberapa kasus, kita perlu sebuah ruang tunggu untuk menyadari bahwa sesuatu yang kita kejar sangat tidak tepat buat kita. Ada saat-saat ketika kita dibuat harus menunggu agar kita bisa memahami betapa berharganya sesuatu itu dalam hidup kita.

Menanti atau menunggu adalah momen yang tepat untuk mengoreksi kembali keinginan kita. Jika kamu adalah salah satu orang yang sedang menanti pasangan hidup yang istimewa dari Tuhan, jangan biarkan masa-masa menunggu Anda hanya kesia-siaan belaka.Menghabiskan waktu bersama seseorang yang kamu yakini akan menjadi pasangan hidupmu seumur hidup adalah momen yang juga diinginkan Tuhan darimu. 

 

Berikut 5 nasihat Alkitab yang patut kamu lakukan selama masa penantianmu menemukan pasangan hidup:

1. Hidup dengan positif
Tetaplah positif karena bersikap negatif tidak membawamu kemana-mana. Bersikap dan berpikiran negatif hanya akan membuatmu mengejar orang yang salah. Hal ini didorong oleh kecemasan dan ketakutan bilamana kamu tak akan menemukannya. 

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4: 6-7)

2. Jangan salah pilih
Banyaknya perbedaan muncul diantara pasangan seringnya menjadi alasan terjadinya perceraian. Jadi sebelum tergesa-gesa, tanyakan terlebih dahulu siapa pasangan yang tepat itu? Atau jika kamu menemukan perbedaan, bersikap kompatibel-lah terhadap pasanganmu. 

“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (2 Korintus 6: 14)


3. Utamakan Tuhan
Tuhan harus tetap menjadi sosok nomor satu setelah pasanganmu. Jika Tuhan sudah menjadi pusat hidupmu, maka kamu akan lebih bisa membawa pasanganmu hidup lebih dekat kepada-Nya
 
Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.” (Amsal 31: 30)


4. Siap untuk mencintai dan dicintai
Pasangan hidup adalah seseorang yang bersedia menghabiskan sisa hidupnya bersamamu. Itu artinya kamu adalah sosok yang dicintai. Tuhan pun pastinya berpikir begitu. Cara terbaik untuk mempersiapkan diri untuk menjadi pasangan suami istri adalah saling menerima dan menghargai satu sama lain dengan dasar kasih yang luar biasa dari Allah Bapa. Hubungan yang didasarkan oleh kasih yang tulus menggambarkan tentang kasih Tuhan kepada kita. 

“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.” (Efesus 5: 25)


5. Kesabaranmu sepadan dengan yang kamu dapatkan
Luapan kasih yang mungkin kamu saksikan saat menghadiri acara pernikahan bisa saja akan membuatmu menjadi lebih sabar dalam menanti pasangan hidup. Karena cinta sejati itu memang layak menunggu. Akan diperlukan kesabaran ekstra untuk menemukan seseorang yang pantas. Karena sesuatu yang istimewa seringnya tidak mudah didapatkan. 

“Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.” (Amsal 31: 10)

 

(Sumber : Jawaban.com)

Selasa, 12 Juli 2016

Konsep Pacaran Versi Alkitab


Ibaratnya palang kereta api, kalau kita langgar atau menerobos kemungkinan kecelakaannya besar.

Selamat menemukan belahan jiwa yang sesuai kisah-Nya :)



Saat mengetik kata ‘pacaran (kencan)’ dalam pencarian di Alkitab elektronik, kata itu memang tak akan pernah muncul. Saat saya masih lajang, saya berharap akan ada topik yang secara khusus membahas tentang hal ini, setidaknya satu bab. Saya pun hanya bisa tertawa setiap kali seseorang meminta saya untuk menjelaskan tentang pacaran menurut perspektif Alkitab. Setidaknya tentang konsep pacaran/kencan yang sudah dijalankan sejak zaman dulu. 


Konsep pacaran yang saat ini tampak sangat jauh berbeda dengan dua ribu tahun lalu. Proses hubungan tak lagi memandang kompatibilitas dan kepribadian sifat, garis keturunan keluarga dan status ekonomi. Meski Alkitab tidak berbicara langsung tentang pacaran, namun beberapa ayat Alkitab mengandung prinsip-prinsip yang patut diterapkan dalam sebuah hubungan. Seperti halnya dalam 1 Korintus 10 ayat 23 mengingatkan bahwa segala sesuatu benar tetapi bukan segala sesuatu berguna dan membangun. 


Berikut hal yang perlu Anda pahami tentang konsep pacaran versi Alkitab:

Terlebih dahulu menjadi orang sehat
Cara terbaik memiliki hubungan pacaran yang sehat adalah dengan menjadi orang yang sehat (jasmani dan rohani). Dalam Efesus 4: 22-24 mengingatkan kita agar kita terlebih dahulu membuang sampah dosa dan kebiasaan buruk. Saat kita sudah menjadi serupa seperti Kristus, interaksi dengan orang lain akan jauh lebih mudah sebab dilandaskan pada kasih, kemurahan dan keutuhan. Itu adalah kunci utama untuk dapat memulai hubungan yang benar dihadapan Tuhan. 


Memilih pasangan yang sehat
Memulai hubungan dengan orang lain sejalan dengan kehidupan rohani kita (baca II Korintus 6:14, I Korintus 15:33). Hal ini jelas menuntut kita untuk memilih pasangan yang sehat secara emosional dan spiritual. Jadi kenali kehidupan dan pribadinya lebih jauh. 


Pacaran menjadi kesempatan berbagi
Pacaran dimaknai sebagai jalinan persahabatan antara dua pribadi yang berlawanan jenis. Dari itu kita dituntut untuk mencerminkan kasih Tuhan, mendukung dan membantu orang lain untuk bertumbuh kea rah yang lebih baik (I Tesalonika 5:11). Pacaran tak hanya sekedar status, tetapi bagaimana kasih Anda kepada pasangan terwujud dalam bentuk dukungan secara moral. 


Menjaga batas hubungan fisik
Ikatan secara emosional dan fisik adalah bagian yang sudah sah ketika pasangan telah resmi menikah (baca Ibrani 13:4;Kidung Agung 8:4). Sedang dalam pacaran hal ini sebisa mungkin harus dihindari sebagai bentuk dari cinta kasih yang tulus, penghormatan kepada pasangan sampai menyepakati hubungan ke jenjang pernikahan.


Melibatkan Tuhan dalam hubungan
Bila orang dunia menjalani pacaran dengan secara bebas dan tanpa norma-norma yang ada, maka dalam kekristenan pacaran sebaiknya melibatkan Tuhan di dalamnya. Matius 7: 7 mengingatkan agar kita secara personal membawa setiap permohonan kita kepada Tuhan agar Ia hadir ditengah-tengah hubungan sebagai sumber hikmat, kebijaksanaan dan kearifan setiap saat (Mazmur 34:10).


Jadi, pacaran bukanlah sekedar status seperti kebanyakan terjadi. Setiap orang tentu berharap memilih orang yang tepat sebagai pasangan hidupnya. Sehingga dalam proses pacaran pun, kita diingatkan untuk menjadi cerminan Kristus.


Sumber : Jawaban.com


Watch This is :

https://next.yesheis.com/shares/1d0640ac7693491a8936427fd58c25f9



 

Dia atau dia


3 pertanyaan di bawah ini mungkin membantu teman-teman yang masih dilema mau pacaran beda agama atau gak..

Buat saya catatan di bawah ini tidak muntlak untuk pacaran yang beda agama saja, tapi buat yang pacaran satu agama juga.

Semoga memberkati :)




Menjalin cinta dengan seseorang yang memiliki latar belakang sosial ekonomi, suku dan negara bukanlah perkara besar. Namun bagaimana dengan perbedaan agama? Faktor yang satu inilah yang seringnya menjadi tembok penghalang terbesar dalam hubungan.
Bagi mereka yang tetap getol menjalin hubungan beda agama mungkin tidak akan merasakan risiko secara langsung karena mereka telah dibutakan oleh cinta. Setiap agama tentunya mengingatkan hal ini karena tujuan sebuah perjalanan pacaran adalah untuk mempersiapkan diri menyongsong pernikahan. Sementara pernikahan bertujuan untuk melayani Tuhan melalui keluarga yang kita bangun. JAdi, bagaimana mungkin kita bisa melayani Tuhan dengan orang yang berbeda agama?

Sebelum memutuskan untuk berpacaran beda agama, ada baiknya menjawab 3 pertanyaan ini:

1. Apa motivasi Anda?

Kencan missionaris adalah sesuatu yang mungkin sudah banyak kita dengar. Tetapi berapa banyak dari kita yang benar-benar mengambil bagian di dalamnya? Anda akan terkejut mengetahui bahwa beberapa orang Kristen berkencan dengan seorang yang menentang pandangan agama, dengan harapan mampu mengubahkan orang tersebut.
Tuhan memang bisa menggunakan segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang lain. Namun pertanyaannya adalah apakah Tuhan mendukung hubungan yang tidak seimbang? Tidak. Karena Tuhan menghendaki dua orang yang menjalin hubungan mencari Tuhan bersama-sama (Amsal 16).


2. Apakah pacaran beda agama menghambat hubungan Anda dengan Tuhan? 

Hubungan Anda dengan Tuhan harus selalu diletakkan di atas hubungan Anda dengan orang lain, dan itu termasuk teman hidup. Mereka yang tidak menempatkan hubungan dengan Tuhan di atas segala sesuatunya maka dia bukanlah pasangan yang tepat. Hal ini terdengar sangat keras, tetapi inilah standar dalam menjalin hubungan dalam kekristenan (Amsal 3: 6). 


Tanpa kesatuan spiritual, tidak akan ada kesatuan seksual yang telah Allah rancangkan bagi suami istri. –Andy Murray 


3. Apa yang dikatakan Alkitab tentang pacaran?

Alkitab jelas sekali berbicara tentang hal ini. Namun tak dimungkiri masih saja banyak orang yang tidak setuju, tetapi bagaimanapun pahitnya ketetapan itu dibuat oleh Tuhan. Seperti dalam 2 Korintus 6: 14 dikatakan, “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?”
Hubungan yang paling penting bagi seorang Kristen adalah hubungan dengan Yesus Kristus. Setiap orang Kristen yang percaya firman Tuhan akan memberitahukan Anda tentang hal itu. Hubungan kita dengan orang lain adalah hubungan kedua setelah hubungan dengan Tuhan. Jika orang Kristen memutuskan menikah dengan orang yang tidak percaya, kita harus bertanya apakah dia memilih untuk mengabaikan firman Tuhan tentang pasangan yang sepadan?


Sumber : Jawaban.com 


Watch this is :