Tampilkan postingan dengan label bahagia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahagia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Maret 2017

Proses, Hasil, dan Waktu





Pepatah bilang :

"Proses tidak pernah mengkhianati hasil."

Bener gak sih ?


Iya.. Benar.
Pertanyaan selanjutnya :

"Proses seperti apa yang kita jalanin ?"

"Hasil seperti apa yang kita mau dan dapatkan ?"

Seringkali kita hanya fokus sama hasil (baca : tujuan) tanpa memikirkan matang-matang saat proses berlangsung.

Seringkali kita lebih memetingkan hasil daripada keberhasilan kecil (baca : progress) dari proses itu sendiri.

Seringkali kita menyalahkan proses saat hasilnya gak sesuai ekspetasi.


***

Setelah syock jantung sesaat sebelum makan siang hari ini, lagi-lagi aku diingatkan tentang PROSES.


Proses itu amat sangat penting kita pahami dan mengerti.


Proses yang akan bawa kita naik level.

Naik level pun terbagi dua : Kekalahan atau kemenangan.


Seringkali, kita (tidak menyadari) gagal dalam proses hanya sebuah ambisi dengan kata "hasil" dan "waktu".


Aku diingatkan kaya gini :

Tiap kita punya prosesnya masing-masing, hasil masing-masing, dan waktu masing-masing. Tapi 
yang perlu digarisbawahi, bagaimana kita merespon proses, menjalani prosesnya.

Fokus kita kemana ?

Apakah hanya hasil ?

Apakah hanya waktu ?


Banyak dari kita yang tidak suka proses. Kenapa ? Karena proses itu gak enak. Proses itu sakit. Proses itu lama. Proses itu menurunkan harga diri dan martabat (tjiaahh ) dan jutaan alasan lainnya.



***

Perjalanan hidupku sampai saat ini bukan sekejab gitu aja. Banyak proses yang telah aku lalui. Banyak hasil yang aku inginkan, namun gak sesuai ekspetasi. Dan hari-hari ini,  apa yang dulu aku bilang gak sesuai keinginanku, seketika berubah melebihi apa yang aku impikan. Apa yang dulu aku pertahankan mati-matian, berubah jadi hadiah yang melebihi mahalnya istana berlapis emas.
itulah kehebatan kata "hasil" dan "waktu".


***

Teruslah bertumbuh dalam proses.

Teruslah setia dan tekun dalam proses.

Teruslah belajar dari setiap proses.

Karena proses itu unik.

Jangan bandingkan prosesmu, hasilmu, dan waktumu dengan orang lain.

Cukup berbahagia, bersyukur, lakukan yang baik dengan apa yang ada di tangan kita.


Dan selalu taruh harapan, impian, dan cita-citamu di dalam pengharapan yang pasti. Di dalam Yesus
 
***


"Karena hidup itu perjalanan bukan pelarian."

Senin, 31 Oktober 2016

Terima Kasih Oktober




Tetaplah bahagia




"Lewat proses kita belajar banyak hal, lewat proses semakin mendewasakan kita"





Jam menunjukkan pukul 17.00 WIB itu artinya usai sudah berjibaku selama 9 jam di kantor. Saatnya pulang.
Seperti biasa, berjalan ke tempat biasa menunggu kopaja. 5 menit berlalu, kopaja belum juga datang. Sambil menunggu, dalam hati bilang : "Papi gak pulang jam segini ?" . Tiba-tiba, handphone berdering :

"Jess, kamu udah pulang ?"

"Iya, ini lagi mau pulang."

"Ya udah bareng. Nunggu dimana ?"

"Depan alfamart Pi"

Seketika bahagia banget akhirnya bisa pulang bareng papi :D :D


Seringkali, kita lebih mudah senang, lebih mudah bahagia ketika ada sesuatu yang besar terjadi dalam hidup kita. Kita gampang banget buat bilang "Terima kasih Tuhan." Lalu saat terjadi sesuatu yang biasa aja bahkan sesuatu yang gak enak, apakah kita dengan mudah bahagia, mudah senang, mudah bilang "Terima kasih Tuhan ?" . Sampai detik ini, aku pun masih belajar, untuk mudah bahagia, mudah senang, mudah bersyukur atas apapun yang terjadi dalam hidupku. Walau kadang, masih ngeluh sama sesuatu yang gak enak. Masih gampang sedih dengan apa yang terjadi di hidupku. 

Bahagia itu sederhana.

Menjadi satu slogan pribadi yang aku pegang sejak beberapa tahun lalu. Dari slogan tersebut, aku belajar melihat hidup ini dari kacamata berbeda. Belajar memaknai hidup dengan cara-cara sederhana namun mewah. Belajar bahwa bukan hal-hal besar saja yang perlu diperhatikan dan menjadi tujuan, tetapi juga hal-hal kecil yang (sering) terlupakan.

Bulan ini terasa panjang buat aku.

Banyak kejadian yang aku lewati.

Dari yang paling bahagia sampai paling sedih.

Secara tak kebetulan, Facebook hari ini mengingatkan satu tulisanku 3 tahun lalu.

Satu tulisan yang kembali mengingatkan betapa tangan Tuhan yang ajaib telah dan terus merangkai kisah hidupku.

Aku ada, bukan karena aku kuat.

Aku ada, bukan karena aku mampu.

Aku ada, bukan karena aku hebat.

Hanya satu jawabannya : Karena aku dipilih.

Dia,

Bapa yang kekal

Raja Damai

Alllah yang perkasa

Penasehat Ajaib

Tuhan Yesus Kristus

Telah memilihku juga memilih kalian menjadi bagian dari rencana-Nya yang luar biasa.


***

Terima kasih Oktober untuk cerita-ceritamu. 

Kan tersimpan indah di 'album' kehidupanku.

Kini, ,

Aku siap menanti bulan dan hari yang baru beserta kisah-kisahnya :)


***

"Before I formed you in the womb I knew you; Before you were born I sanctified you; I ordained you a prophet to the nations."-Jeremiah 1:5