Tampilkan postingan dengan label bahagiaitusederhana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahagiaitusederhana. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 April 2017

Pilkada : Jakarta Punya Cerita


Kali ini ceritaku di sponsori oleh Pilkada Jakarta Putaran Kedua :)

Lest cekidot..

Setelah menempuh perjalanan super dramatis (akibat macet tak kelar-kelar), sampailah di TPS 22 Jakarta Pusat, kecamatan Sawah Besar, Kelurahan Kartini dan memberikan form C6 kepada petugas.

"HP nya ttitp dulu ya" kata seorang petugas yang menerima form C6 ku

"Loch untuk apa dititp ?" Tanyaku penuh keheranan.

"Silakan baca aja disini" (menunjukkan papan yang berisi banyak tempelan kertas dan gambar).

Beberapa saat aku mencari keterangan yang menyatakan bahwa HP harus di titip dan sampai nama ku di panggil tak jua kutemukan.

"Dimana pak ? Saya tidak menemukan ?"

"Ya, tapi tetap HP nya harus dititp"

"Bisa tunjukan buktinya atau surat resmi ?"

Dan apa yang terjadi ....

Seorang ibu petugas menjawab :

"Ini sudah peraturan kami dan tidak ada yang masalah soal ini."

"Ya, saya hanya ingin melihat bukti asli yang menerangkan aturan ini karena hanya di TPS ini saja ada hal seperti ini, sementara TPS-TPS lain tidak."

Yak, mereka kelabakan karena tidak bisa menunjukkan bukti yang kuat dan sah. Malahan lempar sana, lempar sini. Intinya, terjadi 'perbicangan' singkat.

Aku pun menerima surat suara dan masuk ke bilik untuk melakukan pencoblosan. Mungkin, aku agak lama di bilik itu sampai salah satu petugas berusaha menghampiriku, padahal kondisi di TPS tersebut sangat sepi.
Sayang, waktu bapak itu menghampiri, aku udah selesai menyoblos dan mau masukin surat suaranya. (Maaf pak, kalah cepet :D )

***


Di hati kecilku rasanya janggal banget, gak damai.

Pertama, baru kali ini ada aturan HP kudu dititip. Padahal di pemungutan suara sebelumnya (putaran ke-satu atau pemilihan-pemilhan lainnya gak ada aturan ini. TPS yang sama loch.

(kalaupun di pemutaran pertama gak boleh bawa hp, lantas kenapa waktu ada peserta yang bawa hp gak ditegor ?)

Kedua, mereka tidak bisa menunjukkan bukti yang kuat.


Aku tidak paham, apakah memang seperti ini aturannya dari pemerintah, Kecamatan or Kelurahan ?

Penjelasan yang mereka kasih pun gak menunjukkan alasan yang masuk akal dan signifikan. Saya sangat menyayangkan hal tersebut.


Dua kata : SUPER ANEH!


***

Ini bukan mau mengjudge atau apa ya.. Ini hanya pemikiran and pendapat aku aja.

Mungkin  maksud mereka HP dititpin biar peserta fokus dalam mencoblos dan gak ada antrian panjang di TPS.

Hati nuraniku bilang : Ini modus kebohongan dan kecurangan.

Bisa aja, saat penghitungan suara ada kecurangan.

Gak boleh bawa HP karena pasti peserta akan foto jika menemukan hal-hal aneh terus di upload terus dilaporin ke KPU terus mereka ketakutan.


***



Ini TPS ku, mana TPS mu



Jujur, agak kecewa dengan TPS 22 Jakarta Pusat, kecamatan Sawah Besar, Kelurahan Kartini. Tapi mau gimana lagi yaa, mereka merasa benar tanpa bukti yang kuat. Dan aku tidak mau memperpanjang 'perbincangan' di TPS tadi.. Hahaha...


Pelajaran yang aku dapat adalah :

"Satu kejujuran menyelamatkanmu. Satu kebohongan menjatuhkanmu."


Sekali lagi, cerita ini ditulis dan dipublikasikan bukan untuk menjatuhkan tetapi ingin berbagi pengalaman dengan kalian semua. Kiranya, dari cerita ini pembaca mendapatkan hikmah dan pelajaran penting tentang kehidupan.


Siapapun Gubenur yang terpilih untuk DKI Jakarta, itu adalah yang terbaik dari Tuhan dan dapat mengemban tugasnya dengan sangat baik sesuai visi misi yang mereka kumandangkan selama kampanye.


Ini adalah ceritaku tentang Pilkada Jakarta Putaran Kedua :)


Jakarta, 19 April 2017



Jessica




Kamis, 23 Maret 2017

Proses, Hasil, dan Waktu





Pepatah bilang :

"Proses tidak pernah mengkhianati hasil."

Bener gak sih ?


Iya.. Benar.
Pertanyaan selanjutnya :

"Proses seperti apa yang kita jalanin ?"

"Hasil seperti apa yang kita mau dan dapatkan ?"

Seringkali kita hanya fokus sama hasil (baca : tujuan) tanpa memikirkan matang-matang saat proses berlangsung.

Seringkali kita lebih memetingkan hasil daripada keberhasilan kecil (baca : progress) dari proses itu sendiri.

Seringkali kita menyalahkan proses saat hasilnya gak sesuai ekspetasi.


***

Setelah syock jantung sesaat sebelum makan siang hari ini, lagi-lagi aku diingatkan tentang PROSES.


Proses itu amat sangat penting kita pahami dan mengerti.


Proses yang akan bawa kita naik level.

Naik level pun terbagi dua : Kekalahan atau kemenangan.


Seringkali, kita (tidak menyadari) gagal dalam proses hanya sebuah ambisi dengan kata "hasil" dan "waktu".


Aku diingatkan kaya gini :

Tiap kita punya prosesnya masing-masing, hasil masing-masing, dan waktu masing-masing. Tapi 
yang perlu digarisbawahi, bagaimana kita merespon proses, menjalani prosesnya.

Fokus kita kemana ?

Apakah hanya hasil ?

Apakah hanya waktu ?


Banyak dari kita yang tidak suka proses. Kenapa ? Karena proses itu gak enak. Proses itu sakit. Proses itu lama. Proses itu menurunkan harga diri dan martabat (tjiaahh ) dan jutaan alasan lainnya.



***

Perjalanan hidupku sampai saat ini bukan sekejab gitu aja. Banyak proses yang telah aku lalui. Banyak hasil yang aku inginkan, namun gak sesuai ekspetasi. Dan hari-hari ini,  apa yang dulu aku bilang gak sesuai keinginanku, seketika berubah melebihi apa yang aku impikan. Apa yang dulu aku pertahankan mati-matian, berubah jadi hadiah yang melebihi mahalnya istana berlapis emas.
itulah kehebatan kata "hasil" dan "waktu".


***

Teruslah bertumbuh dalam proses.

Teruslah setia dan tekun dalam proses.

Teruslah belajar dari setiap proses.

Karena proses itu unik.

Jangan bandingkan prosesmu, hasilmu, dan waktumu dengan orang lain.

Cukup berbahagia, bersyukur, lakukan yang baik dengan apa yang ada di tangan kita.


Dan selalu taruh harapan, impian, dan cita-citamu di dalam pengharapan yang pasti. Di dalam Yesus
 
***


"Karena hidup itu perjalanan bukan pelarian."

Senin, 05 Desember 2016

Satu Hari Lagi : New Life




“Seperti Tuhan telah menyertaimu di masa lalu, IA juga akan terus setia untuk menyertaimu. Bersandarlah dan percaya kepada-Nya.”


Welcome my new life :)


H-1 sebelum hari bersejarah datang.


Sejak bangun tidur tergiang terus dengan lagu ini :


Kau Bapa yang setia
Tak pernah sedetik Kau tinggalkan diriku
Hatiku teguh di dalam janji-Mu
Sampai ku melihat kuasa-Mu
Karya-Mu sempurna, ajaib dan mulia
Penyertaan-Mu buktikan kasih-Mu kepadaku
Kuagungkan Engkau Yesus termulia
Kasih-Mu terindah s’lamanya
Ku tetap berharap di dalam kesesakan
Ku tetap percaya walau tak melihat
S’bab ku yakin


Akhirnya aku nyanyi-nyanyi sendiri sampai siang dengerin terus lagu ini. Jadi, ada satu peristiwa yang cukup menyebalkan dan pengen marah-marah di tempat kerja. Ketika ‘late payment’ harus terjadi dan tidak ada kepastian dari ‘pihak berwenang’. Hari itu cukup uring-uringan dan banyak pemikiran tanggung jawab yang mesti diselesaikan. Di hari yang sama, my friendship, my family, janji mau singgah di rumah beberapa hari. Sesuai kesempatan kita bertemu di tempat kerja. Banyak dilema saat itu, sampai tepat jam pulang kerja hp aku berdering :

“Jess, mau pulang bareng ?”

“Yess, papi”

Rasa uring-uringan, pengen marah, pengen nangisnya berubah jadi bahagia yang melambung tinggi dan pulang dengan penuh ucapan syukur.


Lewat lagu itu, aku diajak untuk lebih mengakui kedaulatan Tuhan. Semua hal yang Tuhan tuliskan dalam hidupku adalah karya yang sempurna, terlebih penyertaan Tuhan tidak pernah berhenti sedetikpun. Kadang, aku merasa Tuhan tidak berbuat apa-apa. Kadang, aku merasa Tuhan tega. Sekali lagi dengan kesabaran dan kasih-Nya yang tak terbatas, DIA ada di sampingmu bahkan di dalam hatimu.

Lagu ini juga mengajari dan mengingatkan, untuk terus berharap hanya sama Tuhan Yesus. Terus andalkan-Nya di semua aspek hidup, karena ada beberapa hal yang tidak bisa kita kendalikan di dalam hidup ini. Inilah pesan buat diri aku sendiri memasuki babak baru kehidupan. 







Tahun ini ada keunikkan tersendiri karena tepat seperti 22 tahun lalu aku melihat dunia, melihat wajah papi, mami :D. Tahun ini dapat surprise tak terduga sampai 3x tiup lilin di masing-masing hari. Sederhana tapi berkesan :)


Sekali lagi, terima kasih banyak buat keluarga, saudara, sahabat, kerabat, teman-teman, dan kesayangan aku. Terima kasih doa-doa dan suprisenya. Masih terbuka loch yang mau kasih suprise. Lol .. 


Tuhan Yesus memberkati yaa :)



"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."(Yeremia 1:5)