Tampilkan postingan dengan label #ShareHisstory #faith #mystory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #ShareHisstory #faith #mystory. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juni 2020

Tempat Persembunyian

Sebelum berdebu lebih tebal, mari kita bebersih lagi di blog ini 😄


WELCOME HOME 😍😍😍



Memasuki bulan ke-5 melewati pandemic ini.

Kamis, 18 Juni 2020

Masih pukul 07.30 WIB, temanku bercerita bahwa tamu yang datang ke kantor beberapa hari lalu, rekan kerjanya kena covid-19. Intinya tamu ini masuk dalam lingkaran yang berhubungan langsung dengan si kena covid-19.


Mendengar itu,  hati langsung dag-dig-dug, rasanya mau sesak nafas. Agak kuatir kalau-kalau . . . .


Mencoba tetap tenang dan lanjut kerja dengan baik.

*

Bangun tidur tiba-tiba tergiang satu lagu. Tak tau judulnya apa, akhirnya ku cari dan dengarkan. Aku pun membaca sebuah renungan dan bunyinya seperti ini :


"Nah, mengenai kita sendiri, di sekeliling kita ada banyak sekali saksi! Sebab itu, marilah kita membuang semua yang memberatkan kita dan dosa yang terus melekat pada kita. Dan marilah kita dengan tekun menempuh perlombaan yang ada di depan kita. Hendaklah pandangan kita tertuju kepada Yesus, sebab Dialah yang membangkitkan iman kita dan memeliharanya dari permulaan sampai akhir. Yesus tahan menderita di kayu salib! Ia tidak peduli bahwa mati di kayu salib itu adalah suatu hal yang memalukan. Ia hanya ingat akan kegembiraan yang akan dirasakan-Nya kemudian. Sekarang Ia duduk di sebelah kanan takhta Allah dan memerintah bersama dengan Dia." -Ibrani 12:1‭-‬2 BIMK


Sadar tidak sadar, kita suka berusaha 'sembunyi' atau 'menyembunyikan' dari hal-hal yang menurut kita kurang baik, gak oke. Pokoknya mau terlihat sempurna semua.


Dalam KBBI kata 'sembunyi' artinya : menutupi, diam-diam, tidak terang-terangan.


Kembali ke cerita di atas. Waktu aku deg-degkan, rasanya mau sesak nafas, mungkin naluri tubuhku yang mengatakan ada sesuatu yang tidak beres. Ibaratnya ada alarm pengingat gitu. Di sisi lain, kekuatiran atau rasa takut yang aku rasakan berusaha aku sembunyikan dengan menyangkal cerita tersebut di dalam hati. Tapi dari ayat diatas justru aku belajar bagaimana menyikapi berita atau kejadian yang aku alami.


1. Membuang semua yang memberatkan kita dan dosa yang terus melekat pada kita
- Baggage apa yang harusnya tidak perlu kamu bawa di perjalanan ? Kuatir, takutkah ? Apakah ada hal-hal yang perlu diampuni dan refaming ?


2. Pandangan kita tertuju kepada Yesus
- Kita gak akan bisa 100% memandang kepada Tuhan kalau masih ada baggage yang belum kita tinggalkan. Selain itu belajar untuk mengubah pola pikir kita. Sbab sebagian besar keputusan kita datang dari pola pikir. Kalau pola pikir salah ya jadinya salah. Kalau pola pikir benar jadinya benar.


3. Tekun menempuh perlombaan yang ada di depan kita
- Setelah kita tidak membawa baggage yang tidak perlu serta menaruh fokus kita kepada Tuhan, kita perlu tekun. Belajar untuk tekun (meski keadaanya gak mudah) akan membuat kita mengasah potensi terdalam di diri kita. Contoh, ada seseorang yang dulunya tak suka masak, selama pandemic ini, yang mengharuskan dirumahaja, iseng-iseng coba masak, gagal coba lagi, gagal coba lagi, gagal coba lagi, ternyata berhasil dan akhirnya membuka usaha kuliner sendiri.


4. Yesus tahan menderita di kayu salib!
- Yesus mati di kayu salib bukan saja agar hubungan antara manusia dengan Allah yang terpisah balik lagi. Bukan saja karena besarnya cinta-Nya kepada kita. Namun, Yesus gak pernah bersembunyi dari penderitaanNya. Dimasa corona ini, kita harus 'menderita' untuk tidak keluar rumah, gak jalan-jalan, kudu pake masker, cuci tangan, berhemat, jaga jarak dengan orang lain, dll.


5. Ia hanya ingat akan kegembiraan yang akan dirasakan-Nya kemudian
- Di poin ini adalah janji Allah, bahwa di setiap penderitaan ada hal baik, ada hadiah yang akan kita terima.



Mazmur Daud berkata :


 1 Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
2  Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
Ia membimbing aku ke air yang tenang;
3Ia menyegarkan jiwaku.
Ia menuntun aku di jalan yang benar
oleh karena nama-Nya.
4Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
aku tidak takut bahaya,
sebab Engkau besertaku;
gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku



Tuhan adalah gembala kita. Kita punya akses untuk tinggal dalam hadirat-Nya. Dengan kita mau membangun hubungan dengan Tuhan, kenal Tuhan lebih dalam lagi, disitulah tempat 'persembunyian' a.k.a. perlindungan kita.  

Biarlah, melalui perenungan singkat ini kita bisa belajar dari Yesus untuk tidak menutupi, bersembunyi dari bagian yang harus kita kerjakan.

Dan inilah, lagu yang tiba-tiba tergiang itu :




- Jessica -

Jumat, 19 Juli 2019

Keep Smile



"Tersenyumlah sebelum senyum itu dilarang"



Mudah rasanya untuk kita tersenyum saat keadaan happy. Apa yang kita harapkan tercapai atau baru menang undian. Secara naluri kita ingin semua orang tau kalau kita baru mendapatkan sesuatu yang bikin kita happy.

Bagaimana kalau keadaanya terbalik ?

Masih bisakah kita tersenyum dengan tulus ?

Masih bisakah kita memberikan energy positif ke orang lain ?

Hal yang sama, seringkali jadi pertanyaan ke diriku.
Dalam keadaan yang kurang baik, ketika banyak tekanan, tantangan, dan masalah, kita mudah untuk mengeluh. Kita mudah sedih, stress, dan berujung depresi. Ada juga, orang-orang yang memilih untuk ‘fake smile’ alias senyum palsu agar orang lain tak melihat kegalauan kita.



“Kegembiraan (joyful) yang diberikan Tuhan kepada kalian akan menguatkan kalian”






Bagaimana cara kita mendapatkan kegembiraan (joyful) tersebut (versi Jessica) ?

1. Membaca Akitab
Cobalah untuk merenungkan satu atau dua ayat setiap hari dan terapkan dalam hari-hari kita. Ini melatih pikiran kita untuk fokus kepada Tuhan.


2. Bergabung dengan komunitas yang memiliki visi sama
Bergaul dengan orang-orang yang memiliki spirit yang sama dalam Tuhan, membantu kita untuk terus mengingat dan menyadari Tuhan beserta kita.


3. Mendengarkan lagu atau poscart rohani
Waktu pikiran kita lagi buntu, pasti susah buat mikir positif atau jernih. Bawaaanya negative thingking terusssss… Lagu atau poscart mampu menyadariku dari gundah gulana hati. Ingat lagi kebaikan Tuhan yang sudah aku terima selama ini.


4. Berdamai dengan diri sendiri
Ini menyangkut cara kita memandang diri sendiri. Kalau pandangan kita salah, outputnya pun salah. Mengenal diri sendiri dengan keutuhan yang orisil/ontentik, membuat kita mampu menanggapi segala hal yang terjadi di luar kendali kita.


5. Berdoa dan/atau melakukan hal yang kita suka
Kalau aku senang menulis. So, kalau aku merasa unhappy, aku buat tulisan di buku atau note di hp.  Bikin quotes, cerita, puisi, dan dll.


Finally,
Bahagia itu sederhana.
Bahagia ada di dalam diri sendiri.
Bahagia ada di hati kita.
Bahagia datang dari keutuhan diri bersama Tuhan


“Tersenyum adalah tanda kamu percaya Tuhanmu”